5.9.14

Kreativitas Tanpa Batas Piet’s Art



Bermula dari sekadar penasaran dan rasa ingin tahu, Petra Dewi Handayani mulai serius menekuni handmade manakala sang buah hati lahir. Baginya, berkreasi dengan menggunakan media clay tidaklah pernah membosankan karena melalui clay beragam bentuk unik nan menarik terus ia temukan.

Sejak kapan nih Petra menekuni clay? Belajar dari manakah?
 Aku pertama kali mencoba clay sekitar akhir tahun 2004, tapi waktu itu masih sekedar ingin tahu saja dan belum benar-benar mendalami tentang clay karena waktu itu aku masih bekerja, jadi masih belum banyak waktu untuk eksplore, sehingga kegiatan ‘nge-clay’nya sempat terhenti. Setelah mempunyai anak, aku kembali bermain dan bereksperimen dengan clay lagi dan  mulai serius untuk menggeluti dunia clay tahun 2008. Belajarnya waktu itu otodidak sih. Banyak kesalahan-kesalahan yang kulalukan diawal dan pasti banyak gagalnya, hehe… Tapi justru itu yang membuatku belajar banyak hal sehingga aku mengetahui kelebihan dan kekurangan dari clay yang kupakai.

Apa nih keseruan dari penggunaan clay sebagai media untuk Petra berkarya?
Seruuuu abissss dehhhh hihi… Bermain dengan clay itu rasanya enggak pernah membosankan. Mulai dari teknik-teknik yang bisa banyak dipelajari sampai pada proses pembuatan, rasanya aku seperti anak kecil yang menemukan mainan baru kalau sudah berhadapan dengan clay, selalu ada aja yang bisa dipelajari dan di eksplore lagi dari yang namanya clay.


Karya clay kayak gimana aja sih yang dibuat oleh Petra dengan Piet’s Art-nya?
Agak sulit mendeskripsikannya nih. Tapi setidaknya karya clay yang kubuat sebisa mungkin harus mempunyai konsep yang jelas, bisa menjadi karya yang ‘bercerita’, ada detil dan keindahan yang kuharapkan bisa dinikmati dan menyentuh hati  banyak orang. Sebagian besar yang kubuat adalah bentuk figure 3D, dalam bentuk diorama, topping cake, miniatur, dan lain-lain.


Menurut Petra, gimana nih cara yang pas bagi para crafter agar dapat terus berinovasi tanpa mengenyampingkan kebutuhan pasar?
Kalau berkaitan dengan inovasi, aku sendiri lebih suka berinovasi dengan bebas dengan mengeksplore teknik-teknik baru, bahan-bahan baru ataupun sesuai kata hati saja. Maklum, kata suami otakku lebih bergerak ke arah seni daripada bisnis, aku lebih suka kebebasan dalam berkarya, hehe...  Aku percaya, seni yang berasal dari hati itu juga pasti bisa menyentuh hati orang lain. Dan kalau kita bisa menampilkan yang unik dan menarik, menampilkan yang terbaik dalam setiap pekerjaan kita, pasar juga pasti akan mengikuti . So, jangan pernah takut berinovasi, karena gagal ataupun berhasil, itu semua adalah pengalaman yang berharga yang membuat kita tumbuh menjadi crafter yang semankin tangguh.


Oh ya, apa kelebihan dari karya-karya Petra sehingga “wajib” dimiliki penggemar handmade, hehe…
Waduhh hahaha… Kalau itu mungkin lebih tepat dijawab oleh teman-teman pecinta handmade yang sudah membeli karyaku. Biar orang melihat dan menilai sendiri deh kelebihan Piet’s Art, hihi…

Hal terbesar yang ingin dilakukan Petra dengan Piet’s Clay-nya?
Mimpi-mimpi besar sih banyak ya, hehe… Tapi yang paling bisa kulakukan sekarang adalah berharap Piet’s Art bisa selalu menularkan kecintaan terhadap karya seni dari clay dan bisa selalu menjadi inspirasi bagi para pecinta art and craft dari clay . Dan mudah-mudahan suatu saat Piet’s Art bisa membuka kelas-kelas clay sehingga dunia clay Indonesia boleh  semakin berkembang dan dikenal secara luas.

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails