22.8.14

Karya Daur Ulang Jade it’s Recycraft



Nekat berkarya karena kepepet tugas kuliah, Arifah Murdisiwi justru keterusan menekuni dunia craft. Karya-karya yang dibuatnya unik karena selalu berusaha membuat barang-barang baru dari barang-barang yang sudah ada alias recyle. Kepuasan sebagai crafter dan berusaha mengurangi bertebarannya sampah-sampah merupakan alasan dibalik hobinya melakukan daur ulang

Nama belakangannya Recycraft… Kayaknya nyambung-nyambung ke recycle nih, hehe.. Sebenarnya, apa konsep berkarya yang diusung oleh mbak Arifah dengan Jade it’s Recycraft-nya?
Kalau ditanya konsep craft , saya memang selalu berusaha memasukkan elemen bahan-bahan recycle dalam setiap produk Jade. Kenapa "it's recycraft" selalu menjadi semangat saya? Karena di situlah letak "greget"nya. Saya selalu bersemangat melihat transformasi dari suatu bentuk barang menjadi barang baru yang lain. Apalagi kalau barang itu sebelumnya sudah tidak bisa digunakan sebagaimana fungsi seharusnya. Dan memfungsikannya kembali menjadi produk baru seperti sebuah kepuasan dan kesenangan bagi saya secara pribadi. Selain itu, dengan memanfaatkan apa pun yang ada di lingkungan kita adalah upaya penghematan yang cerdas dan juga mengurangi kuantitas sampah. Satu lagi, menjadikan saya lebih sering berpikir dan mencari. Berpikir benda apa yang bisa saya buat dari barang-barang yang sudah saya kumpulkan. Semakin sering mencari ide ke pinterest, blogwalking bahkan membuka fanspage komunitas-komunitas recycle dari luar. Menjadi pengamat dan mencari jalan aplikasi yang paling mudah untuk saya terapkan.

 Apa sajakah karya-karya yang dibuat oleh Mbak Arifah?
Sebenarnya banyak produk yang sempat saya buat. Dari pertama kali mengenal craft, saya membuat boneka yoyo terinspirasi dari buku craftnya Sang Master, Mba Dita Cemprut. Setelah itu bergeser ke aksesoris terutama untuk yang berhijab. Lalu sekarang, saya lebih fokus dengan dekorasi rumah dengan sentuhan rajut, seperti keset, sarung bantal, taplak meja, aneka lap rajut, coaster,tudung saji, dan lain-lain. Tentu dengan memanfaatkan sebanyak mungkin material sisa terutama kain sisa konveksi.

Gimana Mbak Arifah melihat peluang yang ada bagi para crafter dalam mengembangkan usahanya?
Peluang usaha bagi crafter tentu sudah semakin bagus ya… Saya pun masih terus mempelajari setiap “celah” yang bisa ditembus. Tak bisa dipungkiri, media sosial masih jadi sarana ampuh untuk pengembangan pemasaran produk. Selain itu, crafter bisa memanfaatkan banyak offline store yang mulai muncul untuk lebih mengenalkan karya-karya ke masyarakat lebih dekat.  Memang tantangan tersendiri sih menempatkan karya craft di hati masyarakat kita yang sebagian besar belum memahami apa dan bagaimana produk handmade itu. Hiks….


Menurut Mbak Arifah, apa hal utama yang seharusnya menjadi perhatian crafter dalam berkarya?
Kalau menurut saya pribadi, dalam berkarya lebih cenderung ke arah membuat produk yang lebih bermanfaat dengan kebutuhan kita sehari-hari. Dengan jenis barang yang sama, namun desain, bahan, dan tampilan yang tentu menjadi ciri khas masing-masing crafter.


Apa, nih, keunikan yang ada dari setiap karya Jade it’s Recycraft?
Mungkin lebih ke arah pemanfaatan material kainnya dari sisa konveksi, serta bagaimana menghadirkan kemasan yang tak selalu plastik. Selain itu berusaha memadukan kain dengan rajut dalam setiap produk merupakan kesenangan sendiri buat saya.

Mbak Arifah sendiri sudah sejak kapan nih menekuni handmade? Apa hal positif paling berharga yang Mbak dapatkan selama aktif menjadi crafter?
Pertama mengenal craft sekitar akhir tahun 2011. Waktu itu mulai senang blogwalking ke blog-blog keren para crafter dalam dan luar negeri. Mulai berkarya karena ada tugas entrepreneur waktu kuliah. Jadilah nekat membuat karya yang dijual ke teman-teman. Setelah itu sempat berhenti “menjual” karya dan baru aktif lagi sejak akhir 2013 kemarin. Manfaat ngecraft buat saya adalah kalau lagi jalan terus lihat produk bagus, maka pertanyaan yang muncul adalah “kira2 kalau bikin sendiri bisa memanfaatkan material apa ya yang sudah saya simpan di rumah?”. Sssssst….. di rumah ,saya mengumpulkan aneka botol, kaleng, kertas, dan lain-lain. Apa saja yang kira-kira bisa “disulap”. Saya juga masih  menyimpan baju-baju lama yang kainnya masih kuat dan warnanya masih oke lho. Persis pemulung deh. Hehe…

Apa rencana perjalanan Jade it’s Recycraft di masa depan?
Rencana kedepannya tentu ingin membesarkan Jade sehingga lebih bermanfaat lagi buat banyak orang, menghasilkan karya-karya yang lebih oke, dan terus belajar bagaimana menghadirkan produk recycle dengan tampilan manis sehingga lebih bisa diterima semua kalangan masyarakat.

Instagram : jade_recycraft
https://www.facebook.com/JadeHandmade

(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails