27.6.14

Ulik-Ulik Kemasan

Beberapa tahun terakhir ini, usaha rumahan atau yang lebih dikenal dengan istilah UKM begitu banyak bermunculan.Usaha-usaha yang bermain di wilayah kreatif pun tak mau kalah menunjukkan taringnya. Tentu produk atau karya yang dihasilkan nyaris semuanya memiliki keunikan yang seringkali tidak ditemui di pasar mainstream. Sempat saya bertukar kata dengan beberapa pelaku usaha kreatif ini dan sebagian mengeluhkan perihal konsumen yang kerap menyepelekan produk-produk mereka yang dianggap memiliki banderol harga yang terlalu mahal. "Kita bukan barang pabrik dan dibuat oleh tangan, tentu saja harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga toko. One of a kind," demikian salah satu ungkapan kekesalan yang seringkali terdengar.

Sangat mungkin, permasalahan terbesar yang menyebabkan produk itu hanya dipandang sebelah mata berkaitan dengan kemasan atau packaging. Produk yang unik sekalipun, jika hanya dimasukkan ke dalam plastik bening atau dus seadanya, seringkali justru menjatuhkan keunikan yang dimilikinya. Berbicara masalah kemasan adalah pula berbicara tentang kesan pertama yang ditangkap oleh mata pembeli.


Membuat kemasan bukanlah hal sulit. Pertama, pikirkanlah sesuatu yang unik dan kreatif. Bentuk kemasan harus menjadi pertimbangan, sesuatu yang secara seni bernilai indah dan secara fungsional terlihat kokoh serta tak merepotkan pembeli seperti sulit dibuka atau sulit dibawa. Selain itu, pastikan label dan beragam tulisan yang ada di dalamnya mudah dibaca. Tipologi menjadi penting karena konsumen seringkali hanya melihat selintas lalu sehingga tipologi yang rumit justru dapat menghilangkan minat mereka terhadap produk yang kita tawarkan.

Tak bisa dipungkiri, masyarakat kita adalah masyarakat visual, senang memahami sesuatu melalui gambar. Karena itu tampilkanlah gambar yang unik sesuai dengan branding yang ingin kita ciptakan. Jangan setengah-setengah dan seadanya karena  justru banyak orang memutuskan membeli sesuatu karena melihat gambar yang ada pada kemasan. Entah karena ia menganggap gambar tersebut lucu, unik, atau jarang ia temukan.

Satu hal terakhir, konten yang kita angkat di dalam kemasan haruslah memiliki relevansi dengan produk yang hendak kita pasarkan. Jangan sampai semisal kita membuat boneka namun kemasannya menampilkan gambar mobil. Tentu saja hal seperti ini dapat membingungkan nalar pembeli.
(Nugraha Sugiarta)

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails