30.5.14

Belajar Cermat Bersama Dwita Crafty Crafts

Aktif berhandmade sejak SMP dan mulai meningkatkan intensitasnya sejak tahun 1996, Dwita Siregar sang penggagas Dwita Crafty Crafts memang super duper aktif. Selain berhandmade, ia juga meluangkan waktu untuk mengajar keterampilan bagi guru-guru TK dan PAUD di Indonesia, mengajar ekskul craft di sekolah-sekolah di Cirebon, dan mengajar Bahasa Inggris di sekolah di Cirebon. Di samping itu, ia kerap pula mengisi siaran Bahasa Inggris di radio serta tak lupa aktif mengikuti pameran. Baginya, berkaitan dengan dunia craft, sangat penting bagi seorang crafter untuk menggali potensi diri dalam bercraft dan terus cermat mengamati kreasi-kreasi yang tengah digemari oleh masyarakat.

Menurut Mbak Dwita, apa sih keuntungan selain materi yang bisa didapatkan ketika seseorang memutuskan untuk menjadi crafter?
Sebenarnya tidak pernah ada di benak untuk memutuskan menjadi crafter. Semua berjalan mengalir begitu saja. Secara materi, keuntungan dari penjualan kreasiku cukup baik. Yang paling menyenangkan sebagai crafter adalah adanya kepuasan ketika customer membeli karya aku, tidak complain dan menghargainya dengan baik. Kalau customer kembali dan membeli lagi, itu adalah bonus bagiku.

Kalau Mbak Dwita sendiri sudah sejak kapan nih menggemari dunia handmade dan total terjun di dalamnya?
Kesukaan terhadap craft dimulai sejak SMP saat aku ingin memberikan kartu ucapan ultah untuk orangtuaku, lanjut untuk kakak dan adik-adikku, dan kemudian untuk teman-temanku. Berlanjut terus hingga tahun 1988, aku berjumpa dengan rubber stamp. Di situlah mulai kecintaanku dengan dunia kartu dengan stamping. Setelah menikah pada tahun 1996 dan menetap di pulau terpencil, barulah di situ bisa lebih intensif berkreasi. Dengan bekal buku kerajinan tangan yang dibawa dari Jakarta, aku mulai bereksperimen dengan berbagai jenis kertas.

Apa saja karya-karya yang dibuat oleh Mbak Dwita?
Ketika mulai intensif itu, aku membuat kurumie dan dilanjutkan dengan boneka Jepang. Aku tertarik membuatnya, karena kertas-kertas yang dipakai amat indah. Walaupun awalnya susah untuk mendapatkan kertas-kertas Jepang, aku tidak putus asa. Aku menggunakan kertas sampul kado yang ada. Hasilnya juga bagus dan seringkali aku membuat suvenir untuk acara-acara di perusahaan tempat suamiku bekerja. Di samping itu, membuat kartu tetap terus dilanjutkan dengan terus mengeksplorasi berbagi jenis alat seperti punch (pembolong kertas). Selanjutnya, karena teknologi alat craft terus berkembang, aku juga mulai berinvestasi dengan alat-alat craft.

Gimana cara paling ampuh menurut Mbak Dwita untuk membuat karya-karya kita digemari oleh costumer?
Tidak ada cara ampuh yang spesifik. Untuk semua kreasiku yang dijual di gerai-gerai Gift Wrap atau sejenisnya di beberapa mal di Jakarta, aku selalu berusaha mendatangi tempat-tempat itu dan berbicara banyak dengan SPG. Dari masukan para SPG itu, aku bisa tahu mana yang sedang digemari customer. Supaya crafter bisa mendapatkan customer baru, ada baiknya sering-sering ikut pameran.

Apa kelebihan dari karya-karya yang dibuat Mbak Dwita dengan Dwita's Crafty Craft-nya?
Kelebihan karyaku bersih dan rapi. Karena kreasi yang aku jual mayoritas dari bahan kertas yang sering harus digunting dan dilem, maka aku harus membuat kreasi yang bersih dan rapi, tidak meninggalkan noda lem sekecil apapun. Dan untuk pengguntingan, semaksimal mungkin aku menggunting dengan rapi, sehingga customer hampir tidak melihat perbedaan antara hasil guntingan dan hasil pabrikan.


Hal utama apakah yang harus dimiliki oleh seorang crafter?
Ada banyak hal yang harus dimiliki oleh seorang crafter. Untuk dirinya harus terus berkreasi dan terus menggali potensi craft apa yang bisa dibuat. Melihat kreasi-kreasi orang lain perlu dilakukan untuk melihat perkembangan jenis craft yang sedang digemari dan juga untuk mengetahui teknik-teknik baru dalam membuat suatu kreasi. Harus terus mencoba untuk mendapatkan hasil yang terbaik.  Sedangkan untuk sesama crafter harus bisa menghargai kreasi orang lain sebagai kreasi yang unik. Dalam berketrampilan, motto aku adalah: TIDAK ADA KREASI YANG JELEK. Tetapi tiap kreasi itu UNIK. Jadi, jangan biarkan diri kita menghakimi kreasi orang lain dengan perkataan-perkataan yang bisa membuat orang lain terluka. Tiap crafter pasti mempunyai ciri khas sendiri-sendiri.

PR yang ingin dikejar Dwita's Crafty Craft dalam waktu dekat?
Untuk waktu dekat, belum ada PR yang ingin dikejar. Yang pasti, aku harus mempunyai lebih banyak waktu lagi untuk mengeksplorasi terus keinginan customer dan mengeksekusinya dalam suatu karya. Oh, ya, yang berminat yang ingin ikutan berkreasi dan mengikuti lomba kreasi, bisa cek infonya di facebook aku.

Email: dwita_crafter@yahoo.com 
Twitter: @dwitacrafter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails