18.4.14

Jangan Anggap remeh Penyakit Lambung



Selama ini, banyak orang menganggap remeh ketika sakit mendera lambung. Memang, penyakit yang diakibatkan asam lambung terkadang dianggap sepele. Padahal, jika asam lambung tersebut naik ke tenggotokan, dapat menyebabkan kerusakan pada saluran tenggorokan. Bahkan, yang lebih fatal lagi ia dapat menyebabkan terjadinya kanker. Naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa disebabkan banyak hal, baik itu pola makan maupun pola hidup tidak sehat, hingga kegemukan. Pola makan yang tidak sehat di antaranya terlalu sering mengonsumsi teh, kopi, dan juga mengisap rokok. Naiknya asam lambung ke tenggorokan ini dalam ilmu kedokteran disebut GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Harus diakui, pendeteksian dini terhadap GERD memang agak sulit. Adakalanya, para penderita mengira bahwa dirinya hanya terserang penyakit maag biasa. GERD sendiri merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan yang menyebabkan gejala yang mengganggu hingga terjadi komplikasi. Aliran balik asam lambung ke kerongkongan tidak hanya menjadi pemicu sindrom GERD tetapi juga menyebabkan luka pada kerongkongan atau esofagitis. 

GERD yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi antara lain yaitu penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan dan kondisi yang disebut Barrett's esophagus (terjadi pembentukan jaringan pada dinding kerongkongan seperti yang ditemukan dalam usus). Jika hal ini terjadi, perjalanan penyakit ini berhubungan dengan kanker kerongkongan. Meski agak sulit dideteksi, GERD ternyata memiliki beberapa gejala khas, yakni rasa panas di dada, rasa tidak nyaman waktu menelan, dan rasa sakit waktu menelan. Gejala tambahannya meliputi serangan asma yang frekuen, batuk lama rekfakter dengan pengobatan, suara serak, mual dan muntah, nyeri dada nonkardiak, dan sendawa. Adapun gejala utama penyakit ini adalah muculnya sensasi rasa panas seperti terbakar pada dada dan terasa pahit dan asam pada mulut. Rasa terbakar ini umumnya akan menyerang tengah bagian belakang tulang dada. Gejala ini sering dimulai dari bagian atas perut dan menyebar ke atas menuju bagian leher.

Faktor Resiko Penyebab GERD
GERD berhubungan dengan beberapa faktor resiko dalam gaya hidup atau pola konsumsi. Resiko GERD semakin besar bila ada kebiasaan merokok atau minum alkohol, mengonsumsi makanan berlemak, cokelat, minuman berkafein, makanan asam, dan makanan pedas.

Satu hal yang perlu diwaspadai, penderita GERD umumnya mudah pula terserang penyakit asma. Bukti keterkaitan antara penyakit GERD dan asma telah ditemukan para ilmuwan dari Duke University Medical Center. Hubungan antara dua kondisi ini pertama kali dicatat ilmuwan tahun 1970 dan sejak saat itu penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa antara 50 hingga 90 persen pasien asma juga bakal menderita gejala GERD. Namun, hubungan aktual antara GERD dan asma belum jelas saat itu. Dalam penelitian terhadap tikus, tim peneliti dari Duke menemukan bahwa dengan menghirup sejumlah kecil cairan perut yang naik ke esophagus dapat menyebabkan berubahnya sistem kekebalan tubuh hingga memunculkan asma.

Bagi yang sudah pernah menderita GERD dan ingin meminimalisasi kejadian gastrik reflux (naiknya cairan lambung ke tenggorokan hingga membuat sakit tenggorokan) dan mengurangi risiko munculnya asma, berikut tes sederhana yang bisa dilakukan. Makanlah sedikit beberapa jam sebelum tidur malam, naikkan bantal sedikit beberapa sentimeter, dan batasi konsumsi lemak, kafein dan alkohol, latih diri agar rileks terutama rileks di tenggorokan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails