21.2.14

Tusukan Si Jarum Jahit

Siapa yang tak kenal istilah menjahit? Salah satu cara paling populer yang digunakan untuk menyambungkan jalinan-jalinan bahan kain ini telah dikenal dari ribuan tahun yang lalu. Salah satu alat terpenting yang tak bisa terpisahkan dari aktivitas menjahit adalah jarum. 

Tentu semua sudah mahfum benar rupa dan kegunaan alat yang satu ini. Akan tetapi, jika ditanya, bagaimanakah kisah dari sang jarum sehingga menjadi begitu vital dalam kegiatan menjahit? Mungkin banyak dari kita yang akan mengernyitkan dahi.


Sama seperti halnya dengan menjahit, jarum jahit telah ditemukan dan digunakan dari ribuan tahun yang lalu. Penggalian yang dilakukan di daerah kepulauan Oland, Swedia, mengungkapkan bahwa jarum jahit telah dikenal semenjak tahun 6000 SM. hal ini dibuktikan dengan ditemukannya jarum yang terbuat dari tulang. Bahkan, Di Rusia ditemukan jarum dari gading yang ditengarai telah berusia 30.000 tahun. Jarum-jarum ini konon digunakan untuk menjahit kulit hewan untuk dijadikan pakaian. Adapun benang yang digunakan berasal dari otot hewan.

Era modern dari perkembangan jarum jahit lalu terjadi saat orang mulai memikirkan cara menjahit yang lebih cepat dan praktis dengan menggunakan mesin. Pada abad ke-14, jarum dengan bahan dasar besi ditemukan. Namun, paten terhadap benda ini baru dibukukan oleh Sharles Weisenthal pada tahun 1755. Semenjak itu, berbagai aplikasi jarum yang bisa dipakai pada mesin jahit terus berkembang serta berinovasi.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails