14.2.14

Tuhan dalam Karya LimeLeaves



Bermula dari kecintaan pada kertas dan karya-karya scrapbook nan unik, Crafter yang satu ini lalu mulai merambah berbagai bentuk karya handmade untuk ditekuni. Bagi seorang Maria Magdalena, membuat karya handmade bukan sekadar memuaskan diri sendiri atau memenuhi keinginan konsumen. Lebih jauh lagi, bekerja handmade adalah bekerja untuk Tuhan, bekerja demi karya yang sebaik-baiknya.

Halooo Mbak Maria… Gimana, nih, kabar dunia craft di timur pulau Jawa… hehe…
Craft di Jawa Timur lumayan variatif. Berbagai jenis craft bisa ditemui di sini. Minat masyarakat terhadap produk handmade juga cukup tinggi loh... terutama di Sidoarjo tempat saya tinggal. Tapi mereka juga masih price-minded. Masih tidak berminat dengan handmade berharga mahal, hehe...


Oh, ya. Pada awalnya, kan, LimeLeaves bikin scrapbook. Gimana, nih, ceritanya sampai bisa berkembang dan bikin karya-karyanya jadi beragam?
Begini, dulu saya memang mendalami craft kertas, karena itu yang paling saya bisa. Saya juga suka seni yang menghias, akhirnya saya mendalami scrapbook. Waktu itu saya belum bisa menjahit dengan mesin dan belum punya mesin jahit. Lalu, ketika kondisi ekonomi membaik saya mulai membeli mesin jahit dan belajar menjahit dari ibu saya. Puji Tuhan sekarang sudah bisa bikin berbagai model dompet, tas, baju anak, baby boots, dan lain-lain sesuai pesanan dengan mesin jahit saya.


Kalau Mbak Maria sendiri gimana melihat peluang para crafter di dunia handmade?
Sebenarnya, peluang bisnis handmade itu sangat bagus. Banyak orang yang butuh barang handmade, mengapa? Karena barang handmade itu bisa dibuat sesuai kebutuhan atau kondisi pemesannya. Sayangnya, banyak juga handmade yang dibuat ala kadarnya, tidak memperhatikan kualitas. Misalnya jahitannya miring-miring, mudah lepas, dsb. Atau kalau scrapbook itu ya lemnya gampang lepas, atau pakai kertas yang tidak acid free dan linin free, ini bisa bikin gambar atau motif kertas itu mudah pudar dalam waktu singkat. Dengan adanya handmade yang ala kadarnya seperti ini, tentu akan mempengaruhi pandangan orang terhadap handmade lain. Masyarakat umum jadi meragukan kualitas barang yang diberi label “handmade”. Tapi walau begitu banyak juga yang memperhatikan kualitas handmade-nya, dijahit dengan rapi dan dibuat dengan penuh pertimbangan pada kualitasnya.


Apa yang menjadi keunggulan dari produk-produk LimeLeaves?
Selama ini sebetulnya saya tidak mengunggulkan satu produk atau ciri-ciri produk saya, tapi karena LimeLeaves sudah banyak konsumen dan dari mereka saya banyak mendapatkan feedback, maka saya tulis feedback mereka saja ya. Keunggulan produk LimeLeaves ada pada jahitan yang rapi dan kuat, serta pemilihan model dan asesoris yang tepat sesuai selera konsumen. Kalau produk andalan, yaitu tas organizer, sebuah tas yang bisa nampung banyak benda di kantung-kantungnya, sehingga pemakainya tidak kesulitan untuk mencari barang-barang kecil di dalam tasnya (misalnya kunci, kartu, koin, bahkan HP). Tas ini juga cukup untuk membawa laptop dan botol minum.


Gimana cara Mbak Maria mensiasati agar produk-produk LimeLeaves tidak monoton dan selalu bikin penasaran, hehe…
Tentunya dengan inovatif membuat model-model yang menarik, tidak pasaran, dan sesuai kebutuhan pemesan, juga menyediakan bahan-bahan dengan motif yang up-to-date.


Apa, nih, motto atau kata-kata sakti yang menjadi penyemangat Mbak Maria dalam berkarya?
Bekerjalah seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia belaka, sebab dengan begitu saya akan bekerja dengan sebaik-baiknya. Bekerja bukan hanya tentang memproduksi barang, juga bukan hanya tentang supaya barang itu laku dan menghasilkan uang. Tapi yang terutama adalah bagaimana kita bekerja dengan jujur, tidak serakah dalam menentukan profit, tidak melanggar hak kekayaan intelektual orang lain, dan dengan rendah hati. Bekerja di LimeLeaves adalah juga sarana pembelajaran karakter untuk saya pribadi. Dan saya senang karena selama tiga tahun bersama LimeLeaves ini saya  bisa banyak belajar tentang karakter saya pribadi.


Target LimeLeaves tahun ini?
Targetnya tidak muluk-muluk, hanya berharap bisa memenuhi kebutuhan handmade dari lebih banyak orang yang haus akan benda-benda fashion yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails