31.1.14

Dari Kartun Menuju Animasi

Siapa yang tidak menggemari kartun. Bahkan orang dewasa yang paling sok dewasa sekali pun pasti pernah menggemarinya. Sebut saja Donald Duck atau Kura-Kura Ninja. Semua akan mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju. 

Sesungguhnya, apa yang dimaksud dengan kartun itu sendiri pada awalnya bukanlah seperti saat ini. Kartun merupakan istilah seni lukis yang ada pada masa Rennaisance. Istilah ini merujuk pada sketsa pertama dari sebuah lukisan yang dibuat pada sebuah bidang yang luas. Saat surat kabar dan majalah mulai menampilkan karikatur, gambar-gambar ini ternyata disebut juga dengan istilah kartun.


Cerita-cerita bergambar kemudian menjadi favorit baru bahan hiburan. Seiring dengan perkembangan jaman, kartun bergerak atau yang lebih dikenal dengan nama film kartun mulai bermunculan. Salah satu pelopornya adalah Edward Muybridge yang membuat kartun dengan gambar kuda bergerak. Selanjutnya, pada 1906 Stuart Blackton membuat film kartun berjudul Humourous Phases of Funny Faces dengan menggunakan teknik stop motion.

Popularitas animasi atau film kartun sempat meredup dikarenakan bermunculannya bioskop-bioskop, plus, kartun pada masa itu tidak menampilkan cerita yang menarik dan karakter yang stagnan sehingga dianggap membosankan. Barulah setelah memasuki tahun 50-an, para pembuat kartun mulai berinovasi dengan membuat kartun yang memiliki cerita menarik. Tokoh-tokoh Disney atau tokoh-tokoh superhero yang dituangkan dalam animasi kartun mulai mendapat perhatian penggemar film. Selanjutnya, mudah ditebak, kartun menjadi idola yang digemari oleh semua orang tanpa memandang generasi.
(Nugraha Sugiarta)

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails