13.12.13

Neem Homecraft, Cerita dari Tepi Persawahan



Lubna adalah pelukis yang juga gemar dengan dunia crafter. Tak tanggung-tanggung, pun mulai dari ibu sampai kedua kakaknya adalah pula para crafter handal. Bermula dari nekad. Kini Lubna terus bergerak bersama Neem Homecraft, berkarya tanpa henti.

Sejak kapan, nih, Lubna aktif dengan kegiatan craft? Gimana kisahnya?
Saya pertama kali aktif di dunia craft sebenarnya secara tidak sengaja dan sedikit “terpaksa” hehehe… Pertama kali saya membuka online shop Neem Homecraft setelah ayah saya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia dan  uang tabungan kita mulai menipis. Jadi saya nekat untuk coba coba menjual karya-karya kakak dan ibu saya, sedang saya hanya sebagai admin FB-nya saja. Tapi melihat pasarannya cukup bagus dan menjanjikan, saya mulai ikutan belajar membuat karya craft seperti sarung bantal dan tas. Modalnya masih pake mesin jahit manual, jahitan masih berantakan, trial dan error, dapat complain dari customer saat pertama kali. Tapi dari situ saya termotivasi untuk belajar banyak tentang dunia craft dan bisnis sampai sekarang.


Karyanya beragam banget, mulai dari bags sampai crochet. Apa aja, nih, karya yang menjadi fokus dari Neem Homecraft?
Karya Neem Homecraft beragam karena yang mengisi toko online ini sejak awal bukan saya sendiri, tapi juga dua kakak dan juga ibu saya meskipun sekarang sebagian besar adalah karya saya sendiri karena kesibukan mereka masing masing. Saya sendiri lebih cenderung ke tas atau dompet serta hiasan rumah seperti sarung bantal. Saya terbiasa membuat produk beragam sesuai dengan kebutuhan pada waktu tertentu, seperti saat menjelang Ramadhan saya lebih mengutamakan hiasan rumah karena itu yang paling dicari pada waktu tersebut.


Karyanya, kan, beragam banget, nih… Gimana cara paling efektif yang dilakukan Lubna sehingga dapat terus kreatif dan inovatif?
Saya suka sekali browsing melihat gambar gambar di internet dan majalah. Inspirasi bisa datang dari mana saja, kadang saat jalan jalan saya suka memperhatikan orang orang lewat, apa yang mereka bawa, jenis tas apa yang orang suka dan butuhkan, meski kadang malu juga, takut dikira mau copet, hahaha... Setelah itu saya bisa gabungkan dengan ide-ide lain untuk menjadikan karya baru yang original. Kadang juga customer saya yang memberi ide dengan memesan sesuatu produk yang sesuai dengan kebutuhan profesi mereka tapi memberi saya kebebasan untuk mengembangkan ide tersebut menjadi produk baru.  


Kendala apa, sih yang kerap dihadapi oleh Lubna sepanjang pengalamannya bergelut dalam dunia craft?
Soal kendala, yang paling sulit sebenarnya karena lokasi saya yang berada di tengah persawahan yang cukup jauh dari kota, pengiriman yang menjadi masalah. Juga mencari pegawai yang punya bakat craft ataupun yang mau diajari sangat sulit. Di tempat saya masih banyak yang menganggap pekerjaan sebagai crafter kurang menjanjikan.

Tema-tema “bunga” kayaknya banyak banget di karya-karya Lubna. Mengapa bunga? Apa yang menarik dari tema yang diangkat oleh Lubna dalam karya-karyanya?
Saya sebenarnya lebih suka berkarya patchwork atau lukis dengan tema tema yang cute seperti boneka dan pemandangan karena lebih bebas berinovasi dan sesuai dengan pekerjaan saya selama ini yaitu pelukis. Tapi karena peminat karya Neem Homecraft dari kalangan perempuan, bunga tetap jadi tema utama karena itu yang paling diminati pembeli.

Siapa atau apa, nih, yang menjadi insiprasi Lubna dalam berkarya?
Karya yang menginspirasi saya pada awalnya adalah karya karya quilters jepang. Kagum dengan detil jahitan dan ide ide mereka yang fresh banget. Segala yang ada disekitar kita bisa jadi ide untuk berkarya, mereka yang jadi inspirasi saya.

Terakhir, hal besar apa yang ingin diraih Lubna dengan bergelut di Neem Homecraft?
Hal besar yang saya ingin raih bersama Neem Homecraft banyak banget! Diantaranya dengan Neem Homecraft saya ingin orang lebih menghargai karya craft handmade, terutama dalam negeri, dan bisa membuat karya karya yang lebih bermutu yang bisa bersaing dengan produk bermerk luar negeri, menginspirasi dan mengajak banyak orang untuk berwirausaha. Dan harapan-harapan pribadi,  ingin bisa mandiri dan bisa memberangkatkan ibu saya pergi haji...

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails