6.12.13

Crochet dalam Cerita

Aktivitas crochet atau yang juga dikenal dengan istilah merenda merupakan hal umum yang cukup banyak digemari. Kerap disebut sebagai salah satu cabang dari dunia rajut-merajut, crochet sendiri menggunakan sebuah jarum tunggal dengan ujung melengkung yang dinamakan dengan hakken. Berbeda dengan merajut, hasil crochet lebih padat dan umumnya lebih kaku karena tingkat kerapatannya yang lebih tinggi dibandingkan merajut.

Banyak sejarah yang berlainan mengenai kemunculan crochet itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa crochet pertama kali lahir di Arab yang kemudian dengan masif menyebar ke dataran Tibet dan Spanyol melalui jalur perdagangan. 


Akan tetapi, ada pula yang mengatakan bahwa crochet lahir di Amerika Selatan. Hal ini didasari oleh penemuan bahwa adanya suku primitif di sana yang membuat hiasan crochet untuk keperluan upacara keagamaan untuk menyambut kedewasaan seseorang. Diduga, sebelum penemuan jarum, teknik pembuatan crochet digunakan dengan menggunakan jari telunjuk. Adapun pola crochet sendiri pertama kali muncul dalam majalah Penelope di Belanda.

Teori umum yang menyinggung perihal asal mula crochet mengatakan bahwa ia ditemukan saat ditemukan cara menyambung benang berpola tanpa menggunakan kain sebagai latar. Satu hal yang pasti, crochet sendiri sempat menggemparkan ketika wabah kelaparan menyerang Irlandia. Kaum perempuan banyak yang menjual crochet untuk menyokong perekonomian. Dikarenakan keindahannya, karya crochet tersebut sampai-sampai diekspor keluar negeri dan dihargai mahal. Sudah dapat ditebak, pada masa itu, Crochet dianggap barang mewah. Bahkan ratu Victoria membeli beberapa rajutan tersebut dan mempelajari dengan tekun teknik-teknik membuat crochet.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails