20.12.13

Cerita dalam Boneka Ayaran Craft



Bermula dari “dendam pribadi” pada masa kecil, ibu tiga anak ini mencoba menekuni hasratnya di bidang handmade setelah mengundurkan diri dari pekerjaan. Baginya boneka bukanlah sekadar mainan. Namun, dibalik tiap boneka yang ia buat, selalu ada kisah-kisah seru tentang perjalanan sang boneka. Selain boneka, Mbak Indarwati pun membuat karya-karya lainnya. Psst… Bentar lagi buku craft karangannya akan terbit, so check it out!





Halo Mbak Indarwati… Karyanya banyak boneka, nih… hehe… Boneka-boneka seperti apa aja, nih, yang dibuat oleh Ayaran Craft?
Kalau ngomong soal boneka dan Ayaran Craft, saya harus balik ke tahun 2008 nih, pada saat awal mengenal kerajinan tangan. Waktu itu, karya pertama yang saya bikin adalah boneka jari. Lalu sampai ke boneka untuk gantungan mobil dan sebagainya. Masih pakai bahan felt dengan label ImutKiut. Sempat vakum karena nggak ada asisten sementara saya punya bayi lagi. Baru Agustus kemarin Ayaran Craft dibangkitkan. Ganti brand karena produk nggak hanya yang berbentuk imut dan lucu seperti boneka kecil dan mainan anak, tapi berkembang. Ayaran sendiri singkatan dari nama panggilan anak-anakku Ais, Yasmin, Ranu. Jadi, craft bagi seorang crafter itu memang seperti anak-anaknya, yang dikandung, dilahirkan, dibesarkan dengan penuh cinta…


Kalau ngomongin boneka, pasti ngomongin mainan atau koleksi. Kalau Mbak sendiri melihat makna dari “boneka” itu seperti apa, sih?
Satu kata untuk boneka: FUN. Boneka jelas ada muatan edukasinya, bisa menunjang imajinasi, termasuk di dalamnya untuk bermain peran. Dia adalah juga teman setia yang nggak akan pernah mendebat kita, Hahaha... Obsesiku hubungannya dengan koleksi adalah bikin boneka dengan pakaian adat seluruh Indonesia, 34 propinsi kalau bisa. Kemarin sempat bikin yang dari felt. Tapi berhenti tengah jalan. Saya orangnya suka detail dan tak mudah puas, sementara felt selain memiliki beberapa kelebihan, dia juga memiliki banyak kekurangan terutama dari segi motif dibanding kain lainnya, misal katun.


Apa yang membuat Mbak tertarik dengan boneka itu sendiri sampai kemudian terpikir untuk ngebikin Ayaran Craft?
Dendam masa lalu sih kalau boleh jujur, hehe... Jadi ceritanya saya ini lahir dari keluarga pas-pasan. Boneka di masa kecil saya ada dua yang entah didapat orang tua saya darimana. Mainan bekas dari bahan sejenis karet berbentuk perempuan mandi dan anjing itu sangat setia menemani. Saya suka membuatkan rok dr sobekan pakaian kami yang tak terpakai. Setelah resign dari sebuah pabrik kapal di Surabaya pada tahun 2004, saya mencoba mengekplorasi passion selain di bidang teknik yaitu menulis. Dari kecil saya memang gila baca. Sampai kemudian alhamdulillah punya beberapa novel, buku nonfiksi, dan antologi. Pindah rumah, beda lingkungan, saya jadi stag nulis. Selingkuhlah sama craft sampai sekarang. Kenapa boneka? Karena saya suka bikin dan mendandani boneka. Anak-anakku juga suka main boneka.


Apa keunikan yang ada dari tiap karya Ayaran Craft?
Always a story behind the scene. Maksudnya gini, untuk boneka unik karena teknik pembuatannya saya try and error sendiri hasil dari gabungan beberapa teknik dan ada temanya. Untuk yang pakai batik kain panjang dan kebaya kuberi nama Kartini, lahir pas bulan Agustus, bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Jadi Kartini mewakili semangat perubahan dan kemerdekaan bangsa. Nggak hanya dimunculkan pas april atau november saja. Untuk barang reused and recycle unik hasil akhirnya tergantung pada bendanya. Misal tas, justru cuttingnya enakan bikin baru daripada ngededel dan jahit lagi dari bahan yang sudah jadi seperti baju atau celana.

Pesan apa, nih, yang ingin disampaikan Ayaran Craft ini melalui karya-karya buatannya?
Hargai diri sendiri, peduli sekitar, cintai bumi.

Mbak Indarwati sendiri melihat handmade dalam kacamata UKM seperti apa, sih?
Jelas akan tetap menjanjikan prospeknya. Secara, industri kreatif gitu, lho. Fleksibel bagi ibu rumah tangga yang ingin berkarya tanpa harus meninggalkan rumah, membuka lapangan kerja, dan jelas turut menggerakkan kemandirian ekonomi bangsa.

Hal paling mengagumkan yang pernah Mbak alami selama bergelut di dunia handmade?
Jujur, saya masih minim pengalaman apalagi prestasi. Tapi untuk saat ini, yang bisa saya banggakan mungkin adalah sebentar lagi buku craft dengan judul Daur Ulang Barang Bekas terbitan Demedia Pustaka keluar. Kenapa saya bangga dengan itu? Karena selain menyalurkan passion di bidang penulisan dan kerajinan, saya berharap bisa menularkan virus go green, cinta bumi pada pembaca. Di buku itu ada bagaimana memanfaatkan kertas koran, perca, botol, dan lain-lain di sekitar kita menjadi barang baru yg bermanfaat. Saya berharap sekali bisa memberi pelatihan-pelatihan berdasarkan isi buku tersebut dan pengetahuan dan pengalaman saya meski masih cetek ini. Amiinnn. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails