22.11.13

Sang Gulungan Kertas

Kertas merupakan media yang telah dikenal memiliki banyak kegunaan. Selain digunakan sbagai sarana untuk berbagi informasi melalui tulisan, kertas juga merambah dunia seni. Sebut saja origami, seni melipat kertas yang sangat populer di negeri Sakura. Jika origami bermain-main dengan lipatan, ada pula seni menggulung kertas yang dinamakan dengan paper quilling. 

Seni ini menggunakan kertas dan strip untuk merekatkan gulungan-gulungan kertas yang hendak dijadikan bentuk tertentu. Desain-desain dekoratif yang dihasilkan dari paper quilling biasanya menggunakan jarum pengait dalam membuat bentuk-bentuk dasar sebelum digabungkan untuk membuat karya yang diinginkan.


Paper quilling sendiri telah dikenal di Eropa semenjak abad ke-17. Para biarawan dan biarawati di Perancis dan Italia kala itu biasa membuat paper quilling untuk pembuatan ornamen-ornamen keagamaan.  Ada pun di daratan Inggris, seni menggulung kertas ini menjadi populer dikarenakan puteri Raja George III yang berkuasa pada masa victorian sangat menggemari paper quilling. Sang putri tidak menggunakan paper quilling untuk keperluan gereja. Ia justru membuat karya-karya kerajinan tangan seperti kotak perhiasan dengan seni ini.

Dengan cepat, aktivitas quilling menjadi trend di kalangan perempuan pada abad ke-18 dan mulai pula menyebar ke benua Amerika. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat hari libur untuk menenangkan pikiran karena paper quilling dianggap sebagai sarana refreshing yang tidak membebani pikiran para penggemarnya. Sejak saat itu, berbagai teknik quilling berkembang pesat dan terus mengalami pembaharuan seiring dengan perkembangan pesat yang dimilikinya.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails