1.11.13

Mengenal Perca

Kain perca dapat dikatakan sebagai salah satu bahan untuk jahit menjahit atau juga menyulam yang tergolong berbeda dibandingkan jenis bahan yang lain. Bahan yang satu ini sendiri sebenarnya dapat digolongkan sebagai "limbah" karena terbuat dari sisa potongan-potongan kain yang tidak terpakai sehingga menghasilkan bentuk yang unik. Proses penyambungan kain-kain tidak terpakai itu biasanya dengan cara dijahit atau dilem.

Pada awalnya, konon kain perca digunakan oleh bangsa Cina dan Mesir untuk melapisi baju besi yang digunakan dalam peperangan. Seiring kian berkembangnya jaman, penggunaan kain perca mulai melebar dan tak hanya dipakai untuk keperluan militer. Memasuki abad ke-11, bangsa Eropa mulai memanfaatkan kain perca untuk selimut atau baju yang dapat melindungi tubuh dari serangan musim dingin.


Popularitas perca pun mampir pula ke Indonesia. Kedatangan perca ke Indonesia mulanya kurang mendapat sambutan hangat dikarenakan adanya anggapan bekas limbah yang dimiliki oleh kain tersebut. Namun, lambat laun, kreativitas para pengembang perca dengan menyulap kain itu menjadi berbagai pernak-pernik kerajinan seperti tas atau boneka membuat kain perca mulai dilirik oleh masyarakat.

Pengolahan kain perca sendiri sangat bergantung dari kreativitas para pembuatnya. Potongan yang paling sederhana adalah bentuk segitiga dan persegi dengan bermacam jumlah sudut sesuai keinginan. Di samping itu, kain perca juga kini banyak dipotong dengan mengikuti bentuk makhluk hidup dan juga pemandangan.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails