29.11.13

Cerita Sang Anting

SIapa yang tidak mengenal anting? Aksesoris yang umumnya dipakai wanita dan disematkan di telinga ini seolah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam keseharian. Konon, menurut para orangtua jaman dulu, anting digunakan sebagai penanda bahwa pemakainya ada seorang wanita. Sejalan dengan perkembangan mode, bentuk anting dan bahan yang digunakan kian beragam dari waktu ke waktu.

Sebenarnya, tidak ada yang tahu pasti kapan anting pertama kali muncul dan digunakan. Namun, penggunaan anting sebagai sumbat telinga telah lama ada khususnya di beberapa suku pedalaman. Sebutlah suku Ainu di Jepang yang terbiasa menggunakan sumbat telinga yang terbuat dari kain. Ada pula masyarakat Berawan di Kalimantan yang juga menggunakan sumbat telinga.

Ada pun anting tertua yang berhasil ditemukan adalah anting yang berasal dari Mesopotamia dan diperkirakan dibuat pada tahun 3500 SM. Diduga, anting yang berbentuk seperti cincin tipis tersebut digunakan sebagai simbol kasta dan kedudukan pemakainya di tengah masyarakat. 

Anting memang sangat populer. Bahkan pada masa Yunani Kuno, telah dibuat anting yang terbuat dari emas dan di desain dengan bentuk yang cukup menarik. Selanjutnya, pada masa abad pertengahan, popularitas anting meredup dikarenakan mewabahnya penggunaan rambut palsu yang menutupi telinga. Akan tetapi, kejayaan anting ini mulai populer kembali saat ditemukannya anting jepit yang bisa dipergunakan oleh kaum wanita tanpa perlu melubangi telinganya.



Selanjutnya, seperti yang telah diutarakan sebelumnya, anting mulai berevolusi. Berbagai bentuk dan desain bertebaran. Pembuatannya pun tak hanya melibatkan logam semata. Hiasan-hiasan dari kain atau manik-manik telah membuat anting menjadi lebih modern serta menarik.
(Nugraha Sugiarta)

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails