27.9.13

mari Ber-amigurumi

Mendengar namanya, semua orang pasti langsung sepakat bahwa seni yang satu ini berasal dari negeri sakura. Secara harfiah, amigurumi berasal dari dua kata yakni ami (merajut) dan nuigurumi (boneka). Dari sana, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan amigurumi adalah berkreasi dengan membuat rajutan-rajutan boneka. 

Di samping itu, ada pula yang mengatakan bahwa amigurumi adalah seni membuat boneka yang diisi (stuffed doll). Meski demikian, banyak para crafter lalu memanfaatkan amigurumi tak hanya untuk membuat boneka semata. Beragam bentuk hadir diluar arti awalnya. Mulai dari amigurumi berbentuk sayur sampai keperluan sehari-hari seperti sepatu.


Amigurumi umumnya dirajut dengan menggunakan single crochet stitch dengan hook ukuran kecil sehingga menciptakan jarak antar kaitan yang sangat rapat. Bahan polyester atau dacron biasanya digunakan untuk mengisi boneka. Pada prosesnya, amigurumi ini dikerjakan perbagian yang kemudian disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh.

Sebagai salah satu bentuk kerajinan tangan, sudah barang tentu amigurumi memerlukan daya kreasi yang cukup mumpuni. Apalagi amigurumi dapat dikatakan karya rajutan yang berbentuk tiga dimensi. Saking rumitnya amigurumi, banyak kalangan yang mengatakan bahwa membuat amigurumi memiliki tingkat kesulitan satu tingkat di atas merajut. Meski belum menjadi sebuah kebenaran mutlak, sangat mungkin pendapat tersebut muncul dikarenakan adanya proses penggabungan dari bagian-bagian yang telah dibuat alias untuk satu karya diperlukan beberapa amigurumi yang harus disatukan. Selain itu, kerapatan antar kaitan menjadi tantangan tersendiri untuk melatih kesabaran para pecinta aktivitas amigurumi.

Nah, bagi yang ingin memulai ber-amigurumi ria, hati-hati pula dengan jempol kanan. Karena menggunakan satu stick saja, konon rasa pegal tak tertahan sering mampir di ibu jari yang satu ini, hehe... Selamat ber-amigurumi, kawan!
(Nugraha Sugiarta)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails