23.8.13

Mengintip Cukil Kayu

Pada film yang berlatar belakang masa lampau ketika kerajaan dengan pedang dan tameng kayu seringkali kita melihat ada adegan penempelan pengumuman di mana huruf-huruf disajikan pada sebidang papan. Menulis dengan media kayu dan dengan cara mencukil. Demikianlah papan pengumuman tersebut dinamakan. Memang, teknik pencukilan kayu telah dikenal jauh sebelum ditemukannya mesin cetak.

Cukil kayu sendiri merupakan salah satu teknik seni grafis yang telah berumur tua. Pada awal kemunculannya, ia digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu melalui gambar atau tulisan. Dahulu, ia dianggap sebagai salah satu alat propaganda yang paling efisien dan populer. 



Pada masa keemasannya, cukil kayu sendiri memiliki perkembangan yang sangat pesat di Asia, khususnya di Cina dan Jepang. Di Indonesia sendiri sangat mungkin bahwa pengaruh dan penyebaran cukil kayu ditengarai berasal dari Cina. Seperti yang telah diketahui dalam catatan sejarah, hubungan Indonesia dan Cina sendiri telah berlangsung lama akibat adanya hubungan perdagangan pada masa lalu meski dalam perkembangannya seni ini kurang begitu populer karena dahulu kerap dianggap sebagai alat propaganda.

Seni cukil kayu sendiri dapat dikatakan sebagai seni cetak kelas tinggi dikarenakan tingkat kesulitan yang dimilikinya. Kerumitan tersebut terletak dari cara pewarnaannya di mana bagian yang terkena cukilan kayu dibiarkan sedang bagian yang lebih tinggi diwarnai dengan cat.  Secara sederhana, pembuatan cukil kayu dimulai dengan membuat gambar cetakan di atas papan atau kayu yang hendak dicukil dengan menggunakan pisau cukil. Perihal pisau ini sendiri, terdapat berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan pencukilan. Setelah gambar cetakan dicukil, tuangkan cat pada media yang rata dan ratakan dengan roller. Roller inilah yang kemudian digelindingkan di atas papan hasil cukilan untuk pewarnaan.
(Nugraha Sugiarta)

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails