2.8.13

Dwaya Manikam dan Pemberdayaan Masyarakat



Hiruk-pikuk kepadatan wilayah Cicadas, Bandung menjadi salah satu keseharian yang dilakoni oleh Dwaya Manikam. Yup, melalui program pemberdayaan untuk meningkatkan kreativitas di tengah masyarakat, crafter yang satu ini mengembangkan pola pelatihan bagi kaum ibu sebagai bentuk kesadaran meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga menyebarkan virus handmade.   

Dari namanya etnik banget, nih, hehe… Apa aja gerangan karya yang dibuat oleh Dwaya Manikam sebenarnya?
Iya, kita diambil dari bahasa sangsekerta.  Nama manikam sendiri berarti perhiasan. Kalau kita terjemahkan lagi apa itu perhiasan, berarti sesuatu yang bisa menambah cantik dan menarik si pemakainya. Harapannya produk kita bisa membuat penapilan siapa saja yang memakainnya semakin baik dan keliatan lebih menarik. Kalau Dwaya sendiri berarti tempat ke dua.  Ini karena Dwaya Manikam merupakan second line dari label yang kita buat sebelumnya, yaitu Manikam Indonesia. Untuk produknya sendiri Dwaya Manikam lebih berkonsentrasi terhadap penggunaan material kain batik menjadi berbagai produk aksesoris, seperti gelang, kalung, bros, tas-tas kecil, sampai gantungan kunci. Produk yang kita buat sepenuhnya dikerjakan secara handmade. Walaupun menggunakan batik, tapi produk yang dihasilkan lebih bergaya populer karena disesuaikan dengan segmentasi customer kita yaitu para teenegers.
Apa, sih, ciri utama yang ada pada setiap karya Dwaya Manikam?
Produk Dwaya Manikam akan selalu hadir dengan berbagai desain baru di setiap bulannya sehingga kita berusaha untuk tidak mengeluarkan produk yang sama dari waktu ke waktu.  Teknik yang kami gunakan juga tidak hanya jahit dan payet, tetapi mulai merambah pada teknik rajut, makrame, dan knot juga untuk membuat aksesoris. Selain dikerjakan secara handmade, Dwaya Manikam ini merupakan produk yang dibuat sebagai hasil dari pengembangan kreativitas potensi masyarakat khususnya ibu-ibu di kawasan Cicadas, Bandung.


Gimana, nih, ide awal dirimu dahulu sampai kemudian terpikir untuk membuat Dwaya Manikam?
Awalnya adalah karena latar belakang pendidikan saya yaitu jurusan Kriya Tekstil sehingga punya ketertarikan tinggi buat ngolah material tekstil.  Ditambah lagi karena kesukaan terhadap berbagai jenis kain tradisional seperti batik. Selain itu, bermula dari manfaatin kain-kain sisa produksi dress dan kemeja, yang rasanya sayang kalau cuman dibuang, akhirnya jadilah produk-produk aksesoris yang awalnya didominasi sama kalung-kalung. Melihat respon pasar yang ternyata sangat baik akhirnya saya coba untuk terus mengembangkannya dengan membuat desain-desain baru beserta varian lainnya.  
 
Oh, ya. Aku baca di blognya ada tentang “Dwaya Manikam Start Empathy Program”. Program seperti apa, sih, ini? Apa target dan tujuannya?
Dwaya Manikam saat ini lagi konsentrasi buat membesarkan dan mempromosikan program yang satu ini.  Program ini sebetulnya meniru konsep CSR sebuah perusahaan di mana kami berusaha memberikan dampak kemanfaatan bagi seluas-luasnya masyarakat melalui pembekalan keterampilan supaya mereka bisa mengolah material tekstil hingga menjadi produk bernilai jual. Harapannya dengan begitu mereka bisa tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang kreatif, mandiri, dan sekaligus mendapatkan peningkatan ekonomi berupa penghasilan tambahan.  

Apa hasil yang sudah didapat saat ini oleh Dwaya Manikam saat ini dengan adanya program itu?
Sebetulnya kita enggak dapat sesuatu yang lebih besar dari perasaan senang, bahagia dan bangga karena apa yang kita lakukan manfaatnya sudah benar-benar bisa dirasakan oleh kelompok masyarakat tersebut. Mereka akhirnya sudah bisa membuat koperasinya sendiri, memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan untuk pengembangan diri, serta peningkatan produktifitas hidup dibandingkan sebelumnya. Buat Dwaya Manikam, sih, selain hal tadi kami juga akhirnya mendapat kepercayaan untuk menerima pesanan aksesoris dari beberapa label produk dan juga perusahaan baju muslim. Ini dikarenakan hasil pembekalan yang kita ajarkan kepada masyarakat tersebut terlihat pada hasil akhir produknya yang berkualitas.
 
Balik lagi ke karya Dwaya Manikam. Inovasi seperti apa yang akan dikembangkan oleh Dwaya Manikam di masa depan?
Seperti yang sudah disampaikan sedikit di awal, kita akan terus melakukan inovasi desain dengan menggabungkan berbagai teknik seperti makrame, sulam, knoting, dan lain sebagainya dengan mengkombinasikan berbagai material untuk menciptakan sesuatu yang baru mengikuti trend yang sedang berkembang. Tidak hanya itu, kami akan terus memperkenalkan program Dwaya Manikam “Start Empathy” sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kami, melalui jejaring komunitas dan menciptakan produk paket donasi sebagai ajakan berkontribusi kepada siapapun untuk turut mengembangkan program ini.



Pesan paling penting dari Dwaya Manikam untuk kawan-kawan crafter?
Terus lakukan apa yang menjadi hobi dan kesukaan kita sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan diri, dan biarkan orang mengapresiasinya sebagai bentuk penghargaan mereka atas apa yang telah kita kerjakan dengan tulus tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails