19.7.13

Tradisi Mudik

Setiap Lebaran tiba, fenomena mudik selalu mengiringi. Antrian panjang kendaraan yang mengular selalu menjadi pemandangan khas. Mudik bagi sebagian orang bahkan dihukumkan wajib, kalau sampai tidak pulang ke kampung, desa, atau kota asal pada saat lebaran tiba serasa tidak afdhol. Tak peduli dengan rintangannya, mudik kerap menjadi prioritas utama. Tradisi mudik secara sosial kultural memang memiliki makna tersendiri, bagi para perantau saat mudik adalah saat untuk menunjukkan eksistensi keberhasilannya diperantauan, sekaligus juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang ada. Perihal berbgai inilah kemudian yang menjadi penting, sebuah cerminan masyarakat Indonesia yang diliputi sikap kebersamaan saling peduli dengan sesamanya. Tidak ada lagi sekat-sekat kesenjangan karena semua strata sosial dalam masyarakat berbaur. Ketika itu rakyat jelata saling bersalaman dengan pimpinannya, kaum fakir saling berkunjung dengan ulama panutannya. Menjumpai kemacetan yang sama, menikmati hari raya dengan kegembiraan yang bermakna seragam.

 Dalam tradisi mudik, masyarakat rela mengantre tiket selama beberapa hari. Memang, beban yang paling berat yang dihadapi dalam mudik adalah masalah transportasi karena secara bersamaan jumlah masyarakat pengguna kendaraan umum atau kendaraan melalui jaringan jalan yang ada sehingga sering mengakibatkan pengguna jalan menghadapi kemacetan yang begitu hebat. Akan tetapi, bagi sebagian kalangan, baik yang menggunakan kendaraan umum ataupun pemilik kendaraan pribadi, justru kemacetan yang dihadapinya menjadi semacam hiburan unik yang begitu dinikmati dan diresapi sepanjang perjalanan menuju kampung halaman.

Mudik sebenarnya berhubungan dengan budaya Jawa. Bahkan ia telah ada sejak jaman Majapahit. Pada masa itu, kegiatan mudik menjadi tradisi besar yang dilakukan oleh warga kerajaan. Setiap tahun masyarakat beramai-ramai dari seluruh negeri yang pada saat itu berada dalam wilayah kerajaan majapahit menuju ke pulau Jawa yang merupakan pusat pemerintahan. Apabila dikaitkan dengan unsure filosofis, mudik sendiri menjadi semacam serep atau tempat berjaga-jaga. Ini berkaitan dengan sifat samadya masyarakat Jawa yang berarti tidak total atau setengah-setengah. Artinya, seseorang yang merantau tidak bisa sepenuhnya melupakan hal yang lama dalam hal ini kampung halaman. Sifat samadya di sini pada akhirnya juga berpengaruh terhadap adaptasi seseorang di tempat yang baru. Hal ini mengakibatkan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang individu tidak total atau setengah-setengah karena tidak berkonsentrasi akibat terikatnya ia dengan nilai-nilai lama. Oleh karena itu, mudik dianggap salah satu keperluan vital sang pemilik sifat.

Adapula yang mengatakan bahwa mudik sebenarnya berasal dari kata udik yang artinya adalah desa. Dengan demikian, mudik dimaknai sebagai kegiatan hijrah ke desa setelah setahun penuh mengais rejeki di kota dan Lebaran dijadikan alasan momentum untuk melaksanakan kegiatan mudik tersebut. Namun, satu hal yang pasti, sejatinya, mudik adalah tindakan kembali ke asal di mana kenangan-kenangan indah bertabur di sana.

Begitulah wajah tradisi kita. Mudik senantiasa menjadi fenomena yang tak terpisahkan dari perayaan lebaran sebagai hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Warga tidak segan-segan merogoh kocek yang besar demi memenuhi kerinduan kembali ke kampung halaman. Mereka rela mengantri berjam-jam, berdesakan, tidur di lokasi kendaraan transportasi, demi sebait makna silaturahmi. Ibarat pepatah mengatakan, lebaran tanpa pulang kampung seolah sayur tanpa garam. Nah, sudah siap-siap ingin mudik? Jangan lupa siapkan stamina sepanjang perjalanan dan sampaikan salam terhangat untuk keluarga nun jauh di sana!

2 komentar:

  1. Tapi rasanya, dari tahun ke tahun banyak yang memutuskan nggak mudik, atau setidaknya menundanya. Buktinya, momen-momen kota menjadi sepi dan nyaman saat Lebaran semakin sebentar saja. Dulu, jalan-jalan di kota bisa lima hari sepi, lancaaaar. Sekarang? Paling sepinya cuma 2-3 hari. Itu pun nggak sepi-sepi amat. Masih macet juga. -_-

    BalasHapus
  2. Artikle yang sangat keren, semoga sukses selalu

    Ingin Liburan Ke karimun jawa dengan aman dan nyaman di karimunjawa ? Ingin Paket Wisata Karimunjawa dan gak murahan? Hubungi Kami "Raja Karimunjawa" biro lokal asli paket wisata Karimunjawa . Untuk Book Paket Karimunjawa dan Tour Karimunjawa , silahkan hubungi kami karena kami biro karimunjawa dan trevel karimunjawa terpercaya. Paket wisata karimunjawa Murah tapi mewah, murah tapi gak murahan. Kepuasan Wisata Karimunjawa anda di pulau Karimunjawa adalah kebahagia'an dan tujuan kami. Terimakasih telah mempercayakan paket wisata karimunjawa bersama kami Agen Wisata Karimunjawa dan mebel jepara. silahkan Untuk booking paket lebaran karimunjawa dan paket tahun baru karimunjawa

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails