7.6.13

Semangat nan Ekspresif dari Expressories



Ini adalah kisah menyenangkan tentang seorang crafter. Yap, mengusung jargon “Happy Crafty Stories, Uci dengan Expressories-nya adalah crafter yang rajin mencoba dan bahagia dengan karya-karya yang telah dibuatnya. Berbekal semangat otodidak, Uci sepertinya memang tipikal crafter yang penuh semangat dan melakukan apa saja agar karya-karyanya berisi hati dan cinta, hehehe…

Expressories. Apa, nih, arti dan makna dibalik namanya? Hehe…
Sebenernya gak ada arti dan makna khusus. Dapet kata “expressories” ini juga enggak sengaja. Jadi, waktu itu masih bingung cari nama yang kira-kira bagus untuk nama brand. Sampe cari di buku-buku nama bayi segala. Pengennya nama yang berbau-bau Indonesia tapi gak nemu-nemu yang cocok. Dan sampai pada suatu hari pas aku naik motor, gak sengaja baca tulisan di papan iklan di pinggir jalan, tulisannya gede “EXPRESS” aku lupa deh iklan apa, tapi dari kata Express itu langsung deh kepikiran aksesories. Jadi deh “Expressories”.

 
Uci sendiri membuat karya-karya apa aja gerangan?
Saat ini, produk yang aku buat masih berhubungan dengan aksesories. Seperti bros, korsase, hairclip, headband, kalung, gelang dan cincin.  Kadang-kadang buat headband untuk baby juga. Ke depannya aku pengin banget buat bantal-bantal, pouch dan tas yang simpel. Biar mesin jahitnya gak nganggur, hehe…

Oh, ya. Uci dengan Expressoriesnya sendiri sudah dimulai sejak kapan, sih? Gimana, nih, ceritanya?
Ceritanya panjaang, hihi Sebelum ada Expressories, aku pernah punya brand juga, waktu itu bareng kakak sepupu. Dan kita kasih nama “chilis” gabungan dari nama kami berdua Uci dan Meli, hahaha… Kami buat aksesories juga tapi materialnya dari kancing dan manik-manik. Cuma sebentar enggak sampai setahun. Tapi lumayan lho, sangat menghasilkan dan bikin ketagihan, Kalau dengan Expressories sendiri, ini mungkin seperti cita-cita terpendam. Waktu masih kerja, aku kepingin banget punya usaha sendiri. Waktu itu kepikiran untuk buat handmade dress karena aku bisa jahit baju cuma karena belum mahir jadi kurang pede. Setelah memutuskan keluar dari kerjaan di tahun 2010, aku memilih handmade aksesoris sebagai usaha karena waktu itu sedang trend-trend nya peniti jilbab yang berjuntai-juntai itu. Sekarang untuk proses produksi aku dibantu sama adikku Wuri.

Apa, sih, sebenarnya yang membuat Uci tertarik dengan dunia handmade?
Mmm apa yah, bingung juga. Mungkin karena asyik yah. Dan njelimetnya itu loh. Proses membuat sebuah produk handmade itu penuh perjuangan, dari mulai mencari ide dan inspirasi, cari material, kemudian proses produksi yang begadang-gadang, sampai akhirnya menjadi sebuah produk jadi. Kalo kata Mba Dita Cemprut adalah “lahiran”. Karenanya, produk handmade dari segi harga relatif lebih mahal karena prosesnya panjang plus membuatnya adalah dengan hati. Ketika orang membeli produk kita dan mereka bilang bagus, suka, dan puas. Wah, itu sesuatu banget


Karya-karya yang dibuat Uci, kan, variatif banget. Mulai dari rajutan sampai peniti-penitian. Nah, apa, nih, trademark paling utama yang ada di Expressories dari karya-karya nan beragam itu?
Hahaha bingung lagi nih. Crafter galau, semua kepengin dibikin. Kalau yang peniti-penitian itu udah jarang bikin karena cari peniti yang bagus dan tajam udah susah, sering-seringnya dapet yang tumpul, gak tega ah jualnya… Kalau sekarang-sekarang ini lagi suka merenda atau crochet, ini efek dari kebosanan membuat peniti-penitian itu , tapi karena belajarnya otodidak jadi ilmunya masih sedikit dan produk-produk crochet nya juga masih yang simpel banget. Nah, kayaknya bunga-bunga dari perca akan ada terus di Expressories. Masih perlu belajar dan mencoba berbagai macam teknik pembuatan bunga-bunga perca yang lain biar semakin variatif dan gak ngebosenin, hehe…

Apa yang menjadi patokan utama yang ada di kepala Uci dalam berkarya?
Seperti tagline di blog aku “Happy Crafty Story” adalah ‘Berkarya dengan hati, berkreasi dengan imajinasi’. Aku selalu membuat produk-produk Expressories dengan hati, dengan penuh cinta tanpa keterpaksaan sampai kadang-kadang kalo produk yang sudah dibuat hasilnya bagus dan “wow” menurut aku, sayaaaang banget kalo mau di jual, kayaknya gak rela banget, hihihi...

Sebutin, dong, hal yang paling menarik berkaitan dengan proses kreatif Uci dalam berkarya…
Nah, ini seru ini, yang paling menarik adalah ketika kita sudah punya ide, pengennya kan cepet-cepet direalisasikan menjadi sebuah produk. Masalahnya adalah aku kurang bisa menuangkan ide-ide aku dalam bentuk sketsa atau gambar atau desain. Jadi, kalau udah kebayang di otak mending langsung deh di coba bikin sampel, bongkar pasang dulu sampe bener-bener bagus menurut aku. Dan yang sering terjadi adalah ketika ide-ide itu terpaksa belum bisa dipraktekkan alias mentok, karena skil yang amat sangat pas-pasan. Mau gak mau ya harus cari cara lain yang tekniknya pas dan sesuai untuk skil yang pas-pasan ini.

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails