31.5.13

Rawat Kendaraan di Musim Penghujan



Musim penghujan telah tiba. Bagi banyak orang, hujan adalah anugerah, namun, ketika berbicara tentang “kendaraan”, pendapat tersebut bisa jadi berubah. hujan membuat kendaran kotor dan tak sedap dipandang mata.  Apalagi jika tinggal di kawasan yang rawan banjir dan pasti kita tak ingin kendaran kesayangan tergenang air, karena kendaraan secanggih apapun, sebetulnya tak pernah dirancang untuk tahan air. Hal ini pula yang menyebabkan ketika musim penghujan seringkali membuat kita “terpaksa” mengunjungi bengkel langganan karena kendaraan mengalami kerusakan yang cukup serius.

Tentu saja, kerusakan yang mungkin terjadi tersebut dapat diminimalisir, asalkan kita mengerti benar tips serta trik agar hujan tak memberikan masalah berarti terhadap kendaraan. Untuk urusan “body”, misalnya. Kendaraan perlu mendapat perhatian. Hujan banyak mengandung garam dan butir-butir kotoran halus, karena itu jangan langsung mengelapnya, lebih baik basahilah dahulu bodi kendaraanmu dengan air bersih sampai merata. Kemudian cucilah kendaraan dengan sampoo berbusa rendah dan bilaslah kembali secara merata serta mengelapnya. Hindari pencucian kendaraan dengan shampoo yang berbusa tinggi, jika tidak terlalu kotor, cukup dengan air saja. Intinya adalah, jangan meninggalkan kotoran atau garam oleh air hujan pada bodi kendaraan lebih dari 3 hari karena akan menyebabkan timbulnya karat, jamur, serta noda-noda air yang mengering. Yang terpenting, bersihkan kendaraanmu secara menyeluruh, seperti engsel kendaraan, tepi bagasi, tepi pintu kendaraan, dan tepi kap mesin. Jangan meninggalkan bekas air sehabis mencuci pada bodi kendaraan terlalu lama karena dapat meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

Biar Kendaraan Tak Mogok
Lalu, bagaimana dengan urusan permesinan? Pada musim hujan seperti sekarang, sebaiknya rajin-rajinlah untuk  seluruh komponen sistem pembakaran seperti tangki bahan bakar, saluran bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar apakah perlu diganti atau tidak dan jangan lewatkan komponen sistem pembuangan, gas buang, dan rangkaian knalpot. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memeriksa apakah ada kebocoran atau tidak.  kebocoran itu tak saja membuat terbuangnya BBM secara percuma, namun yang lebih berbahaya, kebocoran yang terjadi bisa membuat masuknya air ke dalam tangki bensin atau tabung dalam rangkaian knalpot kendaraan. Bila hal itu terjadi kerusakan lebih parah pasti akan terjadi pada sistem mekanis mesin lainnya. Selain itu, Periksa pula komponen sistem pengapian. Cek saat pengapian dan lakukan penyetelan saat pengapian yang tepat. Periksa keadaan koil dan platina. Pastikan busi dalam keadaan bersih dari kotoran, periksa keadaan busi dari kemungkinan elektroda yang aus atau terbakar.

Jangan lupa untuk memeriksa komponen sistem kelistrikan apakah semua berfungsi dengan baik, seperti apakah ada kabel yang mengelupas, putus, kendor dan kerusakan lain. Periksa lampu-lampu kendaraan apakah ada yang putus. Periksa pula instrumen switch lampu. Masuknya air dalam sistem perlistrikan dan kabel bakal menyulut terjadinya hubungan arus pendek dan membuat kendaraan menjadi mogok jika bagian ini basah. Terakhir, periksa apakah motor starter berfungsi dengan baik. Apakah motor starter lancar, tidak tersendat-sendat. Paling mudah terpantau saat dinamo stater mengalami kerewelan adalah susahnya mesin kendaraan dihidupkan. Pastikan pula arus yang mengalir ke motor starter kuat untuk memutar motor starter.

Sistem pembakaran, pengapian, kelistrikan, dan dinamo adalah empat hal yang tidak boleh luput diperiksa pada musim penghujan. Jika dilakukan dengan baik, maka kendaraan bakal tak mengenal kata “mogok” meski setiap hari terguyur hujan, bahkan saat kamu terpaksa menghadapi genangan air. Saat menghadapi genangan jangan panik, sejauh tak terlampau tinggi kurang dari setengah roda kendaraan. Dengan perlahan dan pertahankan tekanan gas dalam posisi tetap. Selamat bersahabat dengan hujan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails