17.5.13

Crafty Days#7: Catatan dari Sahabat



Seperti tahun-tahun sebelumnya, Crafty Days kembali bertegur sapa dengan hujan. Tentu, bukan tentang hujan semata yang hendak dituangkan dalam tulisan ini. Crafty Days yang minggu lalu memasuki edisi ke-7 dan berpindah lokasi dari Tobucil ke Gedung Indonesia Menggugat masihlah Crafty Days yang mengusung semangat berkarya dan kebersamaan, sama seperti edisi-edisi sebelumnya.

Saya tidak tahu pasti, apa yang sebenarnya membuat Crafty Days berbeda dengan keramaian-keramaian lainnya yang kerap saya kunjungi. Akan tetapi, tentu saya masih ingat betul apa yang menyebabkan Crafty Days selalu seru untuk dikunjungi dan diamati. Di setiap sudut ruangan, selalu tersaji hal-hal yang berbeda. Mulai dari pameran foto yang sempat mengalami kericuhan karena katalog pameran yang raib entah kemana. Ada pula workshop segala jenis craft mulai dari merajut sampai membuat kolase. Lalu, jajaran meja sekiranya empat puluh buah penuh berdesak dengan para crafter yang asyik menawarkan “amunisi” craftnya untuk diadopsi oleh para pengunjung. Pun tak lupa, pertunjukan musik sore yang terus-menerus memainkan nada-nada nan menggoda telinga. 

 
Bagi saya, melihat segala bentuk aktivitas dalam Crafty Days #7, adalah melihat bagaimana interaksi antar manusia selalu menjadi gubahan melankolis romantis yang selalu berulang pada tiap tahunnya. Interaksi itu pada akhirnya selalu membuahkan persahabatan yang terus bertambah dan membesar pada setiap tahunnya. Saya yakin, sebagian dari pengunjung Crafty Days#7 adalah para pengunjung setia yang tak mau melewatkan kesempatan untuk bercengkerama dengan kawan lama. Di sisi lain, kawan baru bermunculan, mencoba bergabung menjadi bagian dari kisah klasik yang terus berulang tanpa pernah berhenti.


Saya rasa, tak perlulah kiranya berbasa-basi dengan mengatakan sampai jumpa tahun depan atau see you soon. Dalam melankolia yang saya miliki, siapapun yang kemarin sempat bertegur sapa telah menanam benih persahabatan yang akan disemai setiap harinya. Sama seperti hujan yang tidak pernah mengenal lelah mengguyur bumi. Membasahi tubuh sekaligus mengingatkan tentang pertemuannya dengan bumi yang tidak ada kata berhenti. Seperti kita, aku dan kamu, yang akan menjumpai Crafty Days tahun nanti tanpa perlu mengucap janji pertemuan karena semua telah melebur menjadi satu bagian yang sudah terlalu erat dan harus kembali bersinggungan. So long, Mate! Senang selalu menapak jalan bersama kalian!

2 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails