5.4.13

Lenggok Kandagan



Siapa yang tidak mengenal tari jaipongan? Tari yang sempat dihebohkan oleh Gubernur Jawa Barat karena gerakannya yang dianggap mengumbar birahi merupakan tari paling populer di tanah Sunda. Gerak-gerik penarinya memang harus diakui begitu luwes menggambarkan kekenesan perempuan dengan lenggak-lenggoknya yang menggoda. Namun, jika menyebut tari Kandagan, mungkin sebagian besar dari kita akan mengernyitkan dahi. Mencoba-coba mengingat mengenai kata “Kandagan”.

Memang, sebagai salah satu seni tari yang berasal dari ranah parahyangan, tari Kandagan sedikit berbeda dengan tari-tari yang sudah ada. Tari ini dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk tari yang justru menggambarkan sisi maskulinitas dari perempuan Sunda. Oleh karenanya, banyak yang menyebut bahwa tari ini adalah jenis tari putri yang gagah. Hal ini terlihat dari sikap gerak atau gestur dan juga kostum yang dipakai oleh penarinya.

Tari Kandagan merupakan jenis tari yang baru dikembangkan. Secara historis, ia merupakan pengembangan dari tari Renggagini yang diciptakan oleh Tjeje Soemantri pada medio 1957.  Adapun Tari Kandagan mempunyai kekayaan gerak yang beragam yang dibangun oleh gerak pokok dan gerak peralihan. Selain itu, untuk belajar menari tari Kandagan dibutuhkan sikap dan gerak sebagai pola yang mendorong ke pertunjukannya. Seperti sikap kepala, badan, kaki, dan tangan. Begitu juga gerak kepala, badan, kaki dan tangan.

Tentu saja, mengamati tari yang satu ini bukan sekadar mengamati salah satu genre tari yang ada di Jawa Barat. Lebih dari itu, tari ini kemudian memberikan pemahaman mengenai bagaimana perempuan Sunda pun sebenarnya memiliki sisi-sisi kehidupan yang selama ini kerap tak teramati. Melalui tari ini, kita akan lebih menghargai tentang sosok seorang perempuan Sunda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails