12.4.13

Kisah Perkainan Shintya Applique Apik



Perputaran dunia memang seringkali terasa ajaib serta tidak dapat diduga-duga. Pun demikian halnya dengan Shintya Applique Apik. Bermula dari kehadiran seorang penyulam yang jobless, ia lalu memulai segala petualangannya di dunia handmade dengan konsistensi yang dapat dikatakan tidak pernah meredup.

Tampak beragam, nih, karya-karyanya. Apa saja gerangan karya handmade yang dibuat oleh Mbak Shintya?
Karya yang saya buat memang beragam. Produk awal yang saya buat adalah tas. Lalu berkembang tidak hanya tas. Ada dompet, pouch kosmetik, mukena, tempat tisu, handphone case, laptob case, ipad case. Semuanya bernuansa aplikasi dan sulaman tangan.

Oh, ya. Melihat karya-karyanya Shintya Applique Apik, padu padan bahan di tiap karyanya pas banget. Apa, nih, tips-tips biar bisa memadu-padankan bahan sehingga tampak maknyusss gitu?
Sebenernya saya gak punya tips apa-apa karena semua by feeling aja, hehe… Tapi memang karena saya senang berbahan dasar denim, jadi mudah dipadu padankan dengan warna yang kontras. Saya juga suka pakai bahan kanvas warna dan untuk padanannya saya akan pakai katun motif yang warnanya hampir senada dengan warna kanvasnya. 

Mbak Shintya sendiri sudah semenjak kapan sebenarnya tertarik dan menggeluti dunia handmade, nih? Gimana cerita perjalanannya?
Saya sudah mulai usaha ini sejak tahun 2008. Awalnya tidak sengaja karena saya membantu salah satu mantan tukang sulam yang sudah tidak punya pekerjaan. Dia datang ke rumah saya minta pekerjaan. Akhirnya saya putuskan untuk mempekerjakan dia sebagai tukang sulam tetap di rumah saya walaupun otak saya blank mau bikin apa, hehehe… Besok harinya saya hunting sedikit sedikit bahan denim dan katun dengan bermodal buku handmade di tangan. Untungnya sejak kecil saya terbiasa melihat ibu saya yang hobi jahit dan bikin keperluan rumah sendiri. Minggu berikutnya mulailah kita belajar produksi dan pelan-pelan mulai mencari pasar. Setelah empat bulan, tukang sulam saya itu minta berhenti di saat pesanan mulai berdatangan. Namun, sejak itulah usaha saya mulai berkembang hingga sekarang.


Oh, ya. Menurut Mbak Shintya, apa cara paling ampuh untuk menjaga konsistensi dalam berkarya?
Cara yang paling ampuh dalam menjaga konsistensi sih menurut saya, tetap menjaga ke orisinalan produk kita dan tetap fokus.


Apa, nih, yang menjadi  trademark karya-karya Shintya Applique Apik?
Sepertinya tas dan dompet dengan aplikasi dengan warna yang jreng di setiap tampilannya yang tetap menjadi trademark.

Hal utama apa, sih, yang selalu dijaga oleh Mbak Shintya dalam setiap proses kreatifnya?
Saya selalu menjaga tampilan setiap aplikasi yang dibuat. Setiap produk tidak akan pernah punya tampilan yang sama karena itu produk saya selalu limited. Saya tidak bisa dipaksa untuk mengulang aplikasi yang sama dalam setiap produk, jadi semua customer saya merasa spesial karena tidak akan pernah ada yang nyamain di pasaran.




Terakhir, apa yang menjadi penyemangat utama Mbak Shintya sehingga mampu dan mau terus berkarya?
Saya selalu bersemangat kalau untuk urusan fabric, karena saya fabric addict, hehe... Pasti keluarga juga menjadi penyemangat. Dan penyemangat lain adalah semua assisten di belakang saya yang telah membantu mewujudkan semua mimpi saya dalam aplikasi ini karena Applique tidak akan berjalan selama lima tahun ini tanpa mereka semua. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails