22.3.13

Semua Bermula dari Taman

Sebuah rumah, semegah atau semewah apapun tentu terasa kurang lengkap jika tidak memiliki pekarangan yang memadai. Walhasil, semungil apapun luas pekarangan, tentu saja keberadaannya seringkali dimanfaatkan secara maksimal untuk dijadikan taman. Taman depan-demikian istilahnya- sebagai welcome area memang memiliki fungsi penting yaitu sebagai "pemoles" yang mempercantik wajah luar rumah. Setiap bangunan rumah pasti mempunyai sejengkal tanah kosong. Lahan yang kecil ini akan sangat menentukan untuk menambah keasrian rumah anda. Pernah mendengar istilah “size doesn’t matter”? Nah, setidaknya istilah tersebut memberikan sinyal bahwa Tampilan suatu taman jelas tidak tergantung dari ukuran dan luas dari lahan. Bila dikerjakan dengan penuh perhatian dan desain yang matang, sebuah taman mungil bisa memperindah rumah tinggal secara keseluruhan. 

Ada berbagai macam cara agar taman mungil terkesan menggemaskan dan mengagumkan. Memiliki taman mungil di rumah sangat dianjurkan karena selain memperindah wajah rumah juga akan sangat baik bagi kesehatan dan psikologis. Setidaknya, ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika hendak membuat taman. Pertama, Jika kita mempunyai lahan yang terbatas, salah satu rumusnya adalah jangan mempunyai keinginan hendak memindahkan taman orang lain ke taman sendiri. Hal ini dikarenakan orang cenderung ingin memiliki apa yang telah dimiliki tetangga atau orang lain. Karena lahan yang kita miliki terbatas, buatlah taman mungil dengan aneka jenis tanaman yang juga mungil. Ini untuk mencapai proporsi yang seimbang antara taman dengan aura rumah kita. Kedua, bagaimana dengan arah sinar matahari, hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi pencahayaan di taman dengan pemilihan jenis tanaman. Jika taman tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, kita dapat memilih jenis tanaman yang menyukai keteduhan (tidak terlalu membutuhkan sinar matahari). Arah edar matahari ini sangat penting karena berpengaruh terhadap proses fotosintetis pada tanaman-tanaman tersebut .Ketiga, kondisi tanah dan penyerapan airnya.

Untuk menghasilkan taman yang baik, diperlukan kondisi tanah yang subur. Tanah dikategorikan subur jika kadar humusnya tinggi sehingga lebih mudah dalam menyerap air. Untuk kota-kota besar, biasanya kondisi tanahnya kurang subur untuk itu perlu perawatan sebelum menbuat taman yaitu dengan mencampur tanah dengan pupuk kandang atau kompos.

Mencari Komposisi yang Pas Bagi Sang Taman
Menata sebuah taman sendiri merupakan pekerjaan memadukan antara unsur-unsur penunjangnya. Tanaman sebagai unsur soft material sering disebut sebagai "nyawa" dari sebuah taman, sedangkan hard material memberi "karakter" yang mempertegas kehadiran taman tersebut. Soft material dan hard material berpadu dan menentukan tampilan keseluruhan taman, sehingga mempercantik wajah luar suatu rumah.

Soft material ini terdiri dari jenis tanaman yang hendak di tanam. Apakah tanaman perdu, tanaman merambat, tanaman peneduh, tanaman berbunga, atau justru tanaman penutup tanah. Proporsi antara tanaman yang rendah sampai tanaman yang tinggi harus dperhatikan sehingga terlihat menarik. Air juga termasuk soft material yang bisa dihadirkan di taman. Keterbatasan lahan dapat diakali dengan membuat kolam kecil dengan air terjun mini di tembok yang sudah disulap dengan bentuk batu-batuan taman tebing. Taman tebing ini, selain untuk alasan estetika, juga berfungsi untuk menyembunyikan tembok pembatas rumah. Ia juga dapat dijadikan jalan keluar apabila kondisi tanah di rumah kita memang sangat tandus dan kurang subur. Kehadiran kolam dengan air yang terus mengalir akan menambah suasana sejuk di taman. Untuk lebih menonjolkan nuansa alami, ada baiknya dilengkapi dengan tanaman air atau dengan tempayan khusus. Tanaman air seperti lotus atau apu-apu akan mampu melunturkan kesan keras yang ditampilkan oleh bebatuan. Patut pula dicatat, memelihara ikan di kolam dapat dijadikan cara agar nyamuk tak banyak singgah.

Adapun hard material terdiri dari bebatuan yang sering dipakai sebagai pendukung keindahan taman. Lempengan batu alam ini dengan bentuk komposisi yang tidak beraturan dapat berfungsi sebagai jalan setapak dan akan menambah kesan alami. Taman memang tidak selalu memiliki jalan setapak, namun jalan ini berfungsi sebagai sirkulasi yang memungkinkan kita menjelajahi seluruh taman tanpa menginjak rumput atau tanah. Terakhir, pasanglah lampu taman. Selain sebagai penerangan, lampu ini akan membuat taman tampil dramatis di malam hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails