1.3.13

Menelusuri Sablon

Siapa yang tidak mengenal sablon-menyablon. Beragam sablon memang telah sedemikian akrab menjumpai keseharian, mulai dari kaos, sepatu, sampai tas. Kata Sablon berasal dari bahasa Belanda “schablon” dalam bahasa Inggris disebut silk screen atau serigrafi. Sablon sendiri menjadi sangat populer dan sulit dijungkirkan dari ranah kriya karena mampu memindahkan gambar atau tulisan yang pada media apapun yang umumnya berada pada bidang datar. S

Kepopuleran sablon ini sendiri sebenarnya telah ada dari ratusan tahun yang lalu. Cina, sebagai negara yang dikenal sebagai salah satu bangsa penemu di dunia, telah bersentuhan dengan sablon pada masa dinasti Song (960-1279 M)

Sablon ala dinasti Song ini kemudian diadaptasi Bangsa Jepang melalui Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654-1736 dan Zikukeo Hirose pada tahun 1822-1890. Pada awalnya, cetak sablon dikembangkan untuk pencetakan kimono. Barulah pada dekade 1700, sablon mulai menyebrang ke eropa. Ia dikenal seiring dengan makin banyaknya penggunaan kain sutera di pasaran. Ya, sablon di eropa memang digunakan untuk menghiasi kain sutera. 

Meski sablon sebagai teknik kriya telah sangat lama dikenal, akan tetapi, justru seorang lelaki berkebangsaan Inggrislah yang mendapatkan hak paten terhadap penggunaan sablon pada kaos. Samuel Simon, demikian nama pemegang hak paten tersebut. Ia mengembangkan teknik sablon menggunakan bahan chiffon (bahan rajut yang terbuat dari sutera halus) sebagai pola cetakan. Simon menggunakan pola cetakan tersebut untuk menyaring tinta. Pada masa sekarang, teknik tersebut dikenal dengan istilah silk screen printing.

Sablon pun lalu menyebrang pula ke ranah seni. Para seniman kerap menggunakan teknik sablon untuk menghindari biaya percetakan yang cukup mahal. Bahkan, pada tahun 1930, sekelompok seniman sablon mendirikan komunitas sablon yang diberi nama National Serigraphic Society. Berbicara sablon pada ranah seni tentu pula harus menyebut seniman kenamaan bernama Andy Warhol. Karya sablonnya yang menampilkan Marilyn Monroe dengan warna-warna mencolok membuat teknik cetak yang satu ini semakin digemari.

Saat ini, teknik-teknik baru dalam dunia sablon terus bermunculan. Bahkan, munculnya sablon digital yang mulai menggantikan popularitas sablon manual menjadi salah satu penanda betapa dunia sablon-menyablon belum hendak berhenti. Terus melaju menciptakan inovasi-inovasi paling mutakhir.
(Nugraha Sugiarta)
Menyablon dengan cara ini adalah tinta yang akan dicetak akan dialirkan melaui kain kasa atau kain saring, sehingga gambar yang akan tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain saring tersebut. Inilah sebabnya sehingga menyablon dengan teknik tersebut di sebut dengan silk screen printing yang berarti mencetak dengan kain saring sutra. - See more at: http://www.zainalhakim.web.id/sejarah-sablon.html#sthash.eqBRmkdL.dpuf

Menyablon dengan cara ini adalah tinta yang akan dicetak akan dialirkan melaui kain kasa atau kain saring, sehingga gambar yang akan tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain saring tersebut. Inilah sebabnya sehingga menyablon dengan teknik tersebut di sebut dengan silk screen printing yang berarti mencetak dengan kain saring sutra. - See more at: http://www.zainalhakim.web.id/sejarah-sablon.html#sthash.eqBRmkdL.dpuf
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails