15.3.13

Memoar Tukang Patri

" Patriiii...." demikian suara itu melibas matahari sore yang belum mau berhenti membakar. Suara khas "kecrek" dari susunan seng vertikal yang dibuat ala kadarnya berbunyi tanpa henti. 

Menemui tukang patri bukanlah perkara mudah di era serba teknologi seperti saat ini. Dahulu, mungkin sekitar 10 tahun lalu, saya kerap kesal karena tukang patri yang melintas di depan rumah selalu saja mengganggu jadwal tidur siang. Sampai kemudian, lambat laun, kehadirannya makin jarang terlihat. Roda jaman menggelinding dengan sedemikian hebat. Saya tidak pernah merasa kehilangan. Lalu, beberapa hari yang lalu, sekonyong-konyong begitu saja saya berpapasan dengan seorang tukang patri tua berbadan sedikit tambun.

" Wah, dari tahun 80-an awal kayaknya, ya, saya kerja begini," demikian ia menjawab ringan ketika saya tanyakan kesetiaannya pada dunia patri-mematri.

Beruntung, tetangga depan sedang membangun rumah. Pekerja bangunan yang telah berbulan-bulan bekerja kerap memasak dengan alat seadanya. Panci yang mereka miliki hanya satu dan bolong. Rejeki bapak pematri menghampiri. Dengan piawai, disiapkannya tungku pemanas dan solder. Potongan seng digarap dan hanya dalam waktu 15 menit saja, semua pekerjaan itu selesai.

"Satu lubang lima ribu," jelasnya singkat. Ini berarti ia mendapat sepuluh ribu untuk dua lubang yang baru saja ditambalnya.  

Sesaat setelah membereskan segala peralatan tempurnya, Pak Kasdi, demikian ia memperkenalkan diri kembali melibas jalanan dengan kaki tuanya. Tentu, melankolia yang ditawarkan oleh Pak Kasdi bukanlah sekadar mengingat masa lalu semata. Bagi saya, pemandangan yang baru saja tersaji itu adalah tentang sebuah kejayaan yang telah mendekati tutup usia. Bagaimana tidak, siapa yang butuh penambal panci di era kini? Lalu saya berpikir sederhana, mematri, akan kemanakah ia bergerak? Tak ada yang bisa menjawab pasti. Setidak pasti arah hidup yang akan menggiring Pak Kasdi.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails