15.3.13

Lembar Perjalanan Seru Red Oak



Fira dan Yudi adalah sosok paling trengginas dan bertanggung jawab terhadap mabuknya saya akan karya-karya vintage nan kece berlabel Red Oak. Berawal dari notebook, keduanya lalu dengan semangat 45 merambah pada beragam jenis karya-karya berbentuk buku lainnya. Konon, Red Oak diambil dari filosofi yang bermakna kuat dan berumur panjang. Demi melihat karyanya, semua orang pasti bersetuju dengan filosofi itu.

Fira dan Yudi dengan Red Oak-nya, kan, bikin beragam notebook. Sebenarnya “buku-buku” apa sih yang dibuat Red Oak?
Awalnya kita bikin notebook aja buat catatan kuliah atau diary. Tapi lama-lama kita eksplor lagi jenis-jenis buku yang lainnya sampai akhirnya kita bikin scrapbook, buku tamu undangan pernikahan, album foto, sampai buku untuk souvenir nikahan juga kita bikin. Pokoknya yang berbentuk buku deh. Sekarang ini kita lagi konsen ke wedding goods.

Red Oak. Apa, nih, artinya? Ada apa dengan Merah?
Untuk namanya kita ambil filosofinya pohon oak yang kuat dan umurnya panjang, jadi doa di dalam namanya, ya, semoga Red Oak ini bisa panjang umur dan kokoh terus. Kebetulan namanya juga bagus untuk dijadiin brand, hehehe.

Sudah semenjak kapan kalian berjibaku dengan handmade? Kok, bisa?
Kita serius di handmade dengan Red Oak ini masih baru, sih, baru satu tahun. Tapi masing-masing memang seneng barang-barang handmade dari dulu. Cuma paling, ya, buat iseng-iseng dan konsumsi sendiri aja, Enggak diseriusin dan enggak komersil. 

Oh, ya. Apa, nih, yang menarik dan berbeda dari “buku-buku” yang dibuat oleh Red Oak?
Yang menarik dari buku Red Oak ini adalah konsep dan pemilihan bahannya. Untuk covernya itu kita pakai kain katun bermotif dan ada aplikasi piringan hitam yang dibentuk sedemikian rupa di covernya. Itu yang bikin buku kita beda dari buku-buku lain yang ada di pasaran. Cuma mungkin untuk ke depannya kita ga akan pakai piringan hitam lagi. Karena selain barangnya udah langka, kita juga pengen eksplorasi lagi. Pengen cari barang-barang unik lainnya yang bisa diaplikasikan ke buku-buku kita. Selain itu, kita juga terima pesanan. Jadi kalau ada yang mau bikin custom sesuai keinginan masing-masing kita bisa bikinin. Misalnya mau dikasih nama, quotes, atau foto itu bisa kita bikinin. Nanti kita bantu pilihin yang cocok supaya hasilnya bagus. Cocok banget buat yang mau kasih kado buat orang-orang tercintanya, hehe…


Kalau aku lihat, karya-karya Red Oak tampak sedikit bergaya vintage dan beraura melankolis, hehe… Red Oak sendiri memahami kata “style” dalam berkarya seperti apa, nih?
Dari awal konsep Red Oak ini emang dibikin vintage dan agak girly. Makanya hasilnya kayak gini deh hehehe. Menurut kita, suatu brand itu harus punya style-nya masing-masing yang jadi pembeda dengan brand-brand lainnya. Jenis produknya boleh sama, tapi kita harus punya identitas. Makanya penting banget nentuin genre atau “style” dari brand kita sendiri.

Apa yang mendasari Red Oak sehingga bisa terus konsisten berkarya handmade?
Menurut kita sih barang-barang handmade itu punya nilai lebih dibandingkan dengan barang-barang buatan pabrik yang pakai mesin dan diproduksi massal. Kesannya dibuat lebih pake hati gitu, hehehe. Orang pun lebih mengapresiasi barang-barang handmade. Walaupun pengerjaannya lebih sulit, tapi hasilnya bisa jadi lebih detail dan memuaskan. Makanya untuk sekarang dan kedepannya kita bakal bertahan di dunia handmade. Dan sejauh ini sih buku-buku Red Oak belum bisa dikerjain pakai mesin. Tapi tenang aja, kualitasnya dijamik kok, hihihi…


Pencapaian seperti apa, sih, yang diinginkan Red Oak di masa depan?
Waaah, untuk ke depannya kita ingin lebih dikenal banyak orang. Menjadi  brand yang diakui dan diperhitungkan. Kita juga pengen produk kita disukai sama banyak orang dan laku keras dong pastinya, hehehe. Kita bakal terus menjaga kualitas produk kita supaya tetap dipercaya sama orang-orang. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails