15.2.13

Semangat Garasi Kriya



Mencoba dan mencoba. Ini mungkin hal paling menarik dari seorang Enggar Saraswati dengan Garasi Kriya-nya. Berbagai karya dibuatnya tanpa kenal menyerah meski pada awalnya tidak terlalu banyak disukai oleh para pemburu barang handmade hingga akhirnya sehala proses itu membuahkan hasil melalui karya-karya super kerennya saat ini.

Karya-karya apa aja, nih, yang dibuat oleh Mbak Enggar?
Yang kubuat sebenernya banyaakkk…. Aku penyuka banyak kerajinan tangan. Mulai dari daur ulang, clay, flannel, jahit-jahit, bikin kotak-kotak.

Kotak-kotak? Kotak apa, tuh….
Kotak-kotak yang biasa buat kado, tapi sudah lama banget nggak nyentuh lagi karena ribet. Anaku suka usil, hihihi… Akhirnya sekarang bergelut sama flanel dan kancing bungkus...
Kadang bikin clay juga.


Menurut Mbak Enggar apa sebenarnya yang menarik dari berkarya kriya itu?
Menarik bangggeeeettt… Ada kepuasan tersendiri yang sukar dinilai dengan materi. Ada kebanggaan ketika karya kita dapet apresiasi dari banyak orang. Ada cambuk untuk terus memperbaiki yang sudah kita buat ketika karya kita diejek orang. Ada rasa bersyukur ketika kita bisa menularkan apa yang kita bisa.


Kalau Garasi Kriya sendiri apa,nih, kelebihan yang dimilikinya?
Waktu garasi kriya saya dirikan sempet bingung juga, mau buat apa? Mau jual apa yang sekiranya nggak pasaran. Ketika saya jual alat-alat kerajinan, orang nggak tertarik. Saya coba bikin bros flanel plus sulam benang ternyata sudah banyak yang buat dengan harga yang dibanting-banting. Saya jual kancing bungkus biasa dan kancing bungkus cute nggak banyak juga yang suka. Akhirnya setelah saya coba ATM, Amati Tiru Modifikasi, barulah orang bisa nerima karya saya yang sekarang, aplikasi kancing bungkus flannel. Kelebihannya unik dan lucu. Belum ada yang buat di Indonesia, hihi... sok yakin. Ya, tapi kenyataannya orang banyak yang terkagum-kagum.

Oh, ya.  Emang dari kapan mbak Enggar memulai Garasi Kriya?
Baru banget. Saya mulai di bulan mei, tadinya saya punya FB Warung Mira. Mungkin karena saat itu manajemennya kurang bagus, berakibat banyak komplain. Warung Mira akhirnya diblokir sm FB, ,huhuhu.. Tapi saya pantang menyerah. Saya buat Garasi Kriya dengan konsep baru yang jauh beda dari Warung Mira. Alhamdulillah mulai dikenal orang dan disukai.

Hehe semangatttt… Btw, masalah manajemen, nih, sering dialami oleh banyak crafter. Menurut Mbak Enggar, gimana sebenarnya penataan manajemen yang seharusnya dilakukan oleh para crafter itu?
Terus terang saya masih memakai manajemen primitif. Sebenarnya gampang-gampang susah, ya. Tiap orang berbeda pola pikirnya. Ada yang suka dengan manajemen ala crafter A-B-C dan seterusnya. Kalau menurut saya, jika ingin manajemen bagus, intinya harus rajin mencatat apa pun. Enggak hanya soal duit, tapi jg soal order, penggajian pegawai, pengiriman, pembelian bahan,dan lain-lain.


Apa, sih, yang ingin diraih Garasi Kriya sendiri dengan karya-karyanya yang asyik-asyik ini?
Ingin bermanfaat buat orang banyak. Salah satu yang sudah dilakukan, Garasi Kriya memberi kebebasan seluas-luasnya pada siapa pun yang bertanya tentang cara pembuatan karya…

5 komentar:

  1. keren2 emang kancing bungkusnya! :)

    http://ndutyke.tumblr.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi....,tq...,moga menginspirasi sist.... ^_^

      Hapus
  2. asyik bos... tambah karyanya yang lain biar tambah siiiiip..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasihhhh......,insyaAllaah akan tambah lagi bro......,makasih supportnya.....

      Hapus
  3. Alhamdulillaah....,makasih wawancaranya mas nunuw...

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails