4.1.13

Menghidupkan Kembali Patung Jatinangor

Jika berbicara patung, mungkin sebagian dari kita akan langsung melayangkan pikiran ke pulau dewata. Memang, Bali selama ini telah cukup dikenal sebagai salah satu tempat yang cukup eksis di kancah perpatungan. Namun sebenarnya, tak jauh dari pusat kota Bandung, terdapat sebuah kawasan yang dipenuhi oleh para pengrajin patung. Ya, Desa Cibeusi yang berada di kawasan pendidikan Jatinangor yang terletak di perbatasan Bandung-Sumedang ternyata telah cukup lama bergelut dengan dunia perpatungan.

Karya-karya patung yang ada di sini umumnya terbuat dari kayu mahoni. Selain membuat kerajinan patung kayu, kreativitas warga Cibeusi telah pula membuat berbagai jenis alat musik tradisional, mulai dari Sunda sampai Aborigin. Adapun kerajinan patung di tempat ini telah ada semenjak dahulu kala dan merupakan warisan turun-temurun. Nyaris semua rumah yang berada di jalan Cibeusi memiliki sanggar kerajinan.

Masalah pemasaran kemudian memang menjadi masalah klasik yang harus dihadapi oleh banyak pengrajin, termasuk pengrajin patung kayu di Cibeusi. Dahulu, banyak dari para pengrajin yang mengirimkan karya-karyanya ke Bali agar bisa lebih dikenal oleh wisatawan asing. Seiring berjalannya waktu, para pengrajin kemudian lambat laun mulai mendapat pesanan langsung dari mancanegara. Krisis global yang menghantam Eropa kemudian menyebabkan jauh berkurangnya jumlah pesanan, sedang pengiriman ke Bali dianggap tidak terlalu menguntungkan dikarenakan murahnya harga jual patung di daerah tersebut.

Saat ini, justru para turis asing yang mengunjungi Cibeusi lebih memilih untuk mencari kerajinan-kerajinan khas luar seperti ukiran asmat atau dayak. Hal ini membuat Cibeusi seolah kehilangan ciri khasnya dan hanya sekadar merupakan tempat pembuatan karya-karya dari daerah lain. Selain itu, kurangnya promosi juga membuat kawasan kerajinan ini semakin sepi dikunjungi oleh para pencari cenderamata. 

Meski demikian, tentu tak ada salahnya jika pada suatu hari nanti melintas di Jatinangor mampir barang sebentar ke Cibeusi. Siapa tahu ada karya-karya yang menarik hati untuk dimiliki dan kembali membuat kerajinan patung CIbeusi mendapatkan penggemarnya. 
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails