Follow by Email

Jumat, 11 Januari 2013

Kisah Kenangan Yunita Soapbasket



Bermula dari hobi dan kenangan-kenangan akan papa, Yunita lalu semacam memasuki mesin waktu dan kembali pada masaTK ketika sabun-sabun di tangan papa menjelma menjadi keranjang-keranjang cantik yang harum dan menggoda. Memang Yunita Soapbasket lahir dari kenangan yang belum mau hilang dari ingatan. Nah, mari kita jenguk sejenak karya-karya Yunita dengan sabun-sabunnya!

Sabun dan keranjang. Apa gerangan, nih, sebenarnya karya yang dibuat Yunita?
Soap Basket atau sabun keranjang adalah kerajinan tangan yg berbahan dasar sabun mandi, kemudian dihias dengan dililit pita-pita dan dipercantik dengan aneka bunga, daun, buah-buahan artifisial dan hiasan-hiasan lainnya. Sabun keranjang ini merupakan kerajinan tangan yang selain berfungsi sebagai hiasan juga bisa bermanfaat sebagai pengharum ruangan juga. Karena tampilan Soap Basket yang cantik, klasik, unik, serta elegan, biasanya orang-orang membuatnya khusus sebagai gift untuk orang-orang tertentu saja atau spesial. Jadi Soap Basket identik dengan pemberian yang istimewa, hehe…


Soap basket ini sendiri, kan, satu genre handmade yang belum terlalu heboh terdengar di Indonesia. Gimana ceritanya, nih, Yunita bisa berkenalan dengan soap basket?
Ya, benar. sabun keranjang ini memang masih asing terdengar di kalangan umum saat ini, tapi jaman dulu Soap Basket itu sempet tenar. Oma atau bunda kita dulu kali, yah, yang mengenal Soap Basket itu. Waktu TK, papa Yunita sdh bikin-bikin Soap Basket. Papa itu diajarin nenek. Nah, papa lalu ngajarin ngajarin Soap Basket ke Ibu-ibu Darmawanita di kantornya. Yunita suka banget ketika papa bikin Soap Basket. Sesudah bikin, terus karyanya suka dipajang di lemari kaca di ruang tamu. Itulah saat-saat Yunita jatuh cinta sama Soap Basket. Sekarang, Yunita yang bukan anak TK lagi akhirnya ada waktu luang. Berbekal niat dan tekad pengen bikin usaha souvenir, akhirnya buka-buka buku hobi papa yang udah usang dulu. Terus ketemulah Soap Basket dan jadilah ide ‘Yunita Soap Basket’ itu.

Apa, nih, kesulitan paling utama dalam pengerjaan soap basket itu sendiri?
Kesulitan terbesar dalam pengerjaan Soap Basket itu adalah membuat pondasi pada sabun dengan jarum-jarum pentul. Harus teliti, karena apabila melakukan kesalahan dalam melubangi sabunnya akan mempengaruhi pondasi Soap Basket. Ini disebabkan sifat sabun mandi yang rapuh, tidak seperti clay yang dapat diubah bentuk apabila bentuk tidak sesuai. Kesulitan lainnya adalah sulitnya mencari bunga-bunga artifisial yang sesuai dengan ide yang kita inginkan. Selain itu, sulit juga menemukan pita-pita unik yang kita inginkan.

Di samping berbahan sabun, sebenarnya apa ciri unik lainnya dari soap basket itu sendiri dibandingkan dengan keranjang-keranjang berhias lainnya?
Yang menjadikan Soap Basket itu unik, selain sebagai kerajinan tangan yang terbuat dari sabun mandi, jika dibandingkan keranjang-keranjang berhias, bentuknya lebih simple atau ringkas  jadi tidak memakan tempat. Kemudian fungsinya juga tidak hanya sebagai hiasan, tapi pengharum ruangan dengan bentuk yang tahan lama.

Selain berbentuk keranjang, apa lagi, nih, inovasi yang dibuat oleh Yunita dengan sabun-sabunannya?
Selain bentuk keranjang, ada juga bentuk topi, hiasan lilin, rumah-rumahan, kotak perhiasan, sepatu, stroller bayi, dan masih banyak lagi. 


Menurut Yunita, gimana cara paling efektif bagi para crafter untuk bisa terus bertahan tidak dittinggalkan konsumen?
Cara paling efektif yaitu terus berinovasi, berkreasi, terus belajar dan dikembangkan. Jangan berhenti atau bosan. Selera konsumen itu terus berkembang dan pesaing itu banyak. Kita harus seribu langkah lebih di depan pesaing.


Apa target terdekat yang sebenarnya ingin diraih Yunita dengan soap basket-nya?
Saya ingin menjadi orang yang pertama memopulerkan kembali Soap Basket di Indonesia. Target saat ini pengennya, sih, orang kenal dulu saja apa itu Soap Basket Jadi fokus saya saat ini ingin menjadikan Soap Basket sebagai souvenir istimewa yang bisa di temukan di mana saja dan di kenal orang banyak.

 
Google Twitter FaceBook

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails