Bergelut
dengan dunia scrapbook sedari masa
sekolah, Dewie Rha bersama dengan Happy Scrap-nya kemudian secara intens
menggeluti seni berkreasi dengan kertas ini dengan tak mengenal henti. Bermula
dari sekadar hobi menulis buku diary yang
kerap ditempel-tempel dengan beragam gambar, ia lalu menyadari bahwa scrapbook adalah bagian yang tak bisa
terpisahkan dari hidupnya.
Sejak kapan nih Happy Scrap berjibaku dengan scrapbook, gimana, nih kisahnya..?
Sebenernya
kegemaran terhadap scrapbook sudah
ada sejak dini, Dulu waktu jaman
rikiplik SMP SMA, kan suka tulas-tulis di diary
trus bikin guntingan gambar, ditempel dan dikasih kata-kata indah. Nah, pada
jaman itu belum tahu kalau itu yang namanya scrapbook.
Perkenalan beneran dengan Scrapbook itu
sejak pertengahan tahun 2008, secara tidak sengaja menemukan suatu majalah
keluaran Australia yg isinya tentang scrapbook
dan langsung “klik” dan semakin di
telisiki semakin jatuh cinta. Ini dia nih “passion”ku. Dan terus terang pada tahun itu pun kegiatan
atau istilah Scrapbooking itu belum
begitu dikenal. Saya ingat toko yang jual perlengkapannya pun cuman ada satu
toko dan yang di jual pun belum begitu variatif. Jadi waktu itu saya beli
langsung dari USA untuk item-item yang enggak dijual di Indo dan kadang titip
temen. Oh, ya. Di tahun itu pula saya berkenalan dengan Ria Nirwana, orang yg
super kreatif dan termasuk salah seorang pioneer scrapbook di Indonesia. Dari
beliau saya banyak belajar teknik-teknik scrapbooking dengan mengikuti workshop
yang diadakan ama Mba Ria Nirwana.
Apa, sih, sebenarnya yang menarik dari scrapbook itu sendiri?
Scrapbooking
itu menurut saya Fun, Art and Creativity. Semakin kita suka dan kreatif maka layout
yang kita bikin itu semakin menarik dan eyecatching. Suatu foto atau gambar
yang biasa-biasa saja akan menjadi luar biasa apabila kita bikin layout yang
kita hias dan atur sedemikian rupa. Itu yang bikin saya suka dan enjoy banget
pada saat membuatnya. Scrapbook bisa di
pelajari tapi tidak semua orang INTO
scrapbooking. Ada yang memang suka bangeeet, ada yang cuma penikmat aja,
ada juga yang suka beli pernak pernik nya tapi cuman jadi benda collectible saja, dan ada yang seperti saya yang hobi, scrap addict, hobi beli juga, hehehe… Dan sekaligus jualan juga di
facebook.
Rada-rada melankolis, nih, pertanyaannya hehehe… Scrapbook itu kan
biasanya digunakan untuk catatan tentang kenangan gitu… Happy Scrap sendiri
melihat keterkaitan antara scrapbook dan
kenangan seperti apa?
Kalau selama
ini kita, kan, taruh foto hanya diselipin aja di album. Polos gitu aja, kan. Nah,
dengan adanya scrapbooking, foto atau
gambar favorit kita bisa menjadi semakin hidup. Foto yang biasa saja apabila
kita kasih hiasan kemudian kita kasih title
atau history behind the photo, kita
taruh memento atau memorabilia, maka hasilnya menjadi luar biasa efeknya. Dan
suatu saat nanti kalau anak cucu kita membuka album itu, kita akan teringat
akan kenangan tersebut dan bisa bikin tersenyum. Bagusnya lagi kita juga bisa
menghadiahkan kepada orang-orang yang kita cintai hasil scrapbooking tersebut supaya mereka
ingat kenangan tersebut.
Apa hal utama yang harus diperhatikan ketika seseorang berminat
hendak membuat scrapbook?
Yang
esensial sih harus ada foto atau gambar
favorit kita. Foto yang mau dibikinkan scrapbook
itu lagi bertema apa, apakah tema liburan, shopping, makan-makan, family
photo, dan lain-lain. Setelah foto
siap, baru lah kita mencari perlengkapan yang menunjang untuk di jadikan
layout. Mulai dari kertas bermotif (pattern
paper), Kertas warna solid, hiasan untuk foto, bisa pita-pita lucu, button,washi tape, metal embelishement. Bergantung selera.
Berkaitan dengan material, nih… bahan-bahan kertas seperti apa,
sih, sebenarnya yang cocok untuk dibuat menjadi scrapbook?
Hmm... Kertas
atau cardstock yang tebel, yah, yang Acid Free supaya gak kuning biarpun
disimpen bertahun-tahun. Selain itu, bisa bikin scrapbook di atas Corragurated
Paper, itu lho, seperti bahan karton yang tebel buat kardus dan sekarang
pun ada yang dijual khusus yang Acid Free.
Terus bisa di atas canvas, jadi bisa di mix
antara foto, cat acrylic dan berbagai medium di atas canvas. Scrapbook juga tidak mesti dibuat di
kertas ukuran 12”x12”,8”x8” atau 6”x6”, tapi bisa juga di bikin seperti Mini Album
dengan bentuk album yang bisa bermacam-macam juga. Dalam bentuk album
kreatifitas kita malah semakin terasah dan foto yang kita ikutkan bisa semakin
banyak. Selain itu, jika kita bosan dengan ready
made album kita juga bisa bikin sendiri albumnya dan itu semua bisa di
pelajari di Youtube atau di Blogger-nya para pakar scrapbook.
Oh, ya. Apa, nih, hal palinggggg menarik dan tidak biasa yang dimiliki oleh Happy Scrap dibandingkan scrapbook yang lain…
Setiap
individu tuh punya ciri khas dan feel
beda-beda. Ada yang suka hiasan rame, ada yang sukanya simpel. Kalau saya suka bikin layout vintage dan bikin Alter Project, misalnya menghias bentuk
kotak atau kaleng dengan macam-macam hiasan dan aku suka banget yang namanya mix media art, gabungan lukisan, foto,
dan collage. Selain itu saya juga bisa bikin aksesoris yang beberapa embellishement scrapbook-nya, terutama yang emtal dijadikan
ornamen kalung atau hiasan gantungan kunci. Seru banget, deh, jadi enggak
berhenti di scrapbook aja.
Apa, nih, harapan terbesar yang dimiliki oleh Happy Scrap melalui karya-karyanya?
Apa, nih, harapan terbesar yang dimiliki oleh Happy Scrap melalui karya-karyanya?
Saya pengen
scrapbook semakin berkembang dan di
kenal oleh masyarakat di sini. Jangan hanya popular di USA atau Eropa. Saya
ingin scrapbook juga diajarkan di
sekolah-sekolah sebagai salah satu ekskul atau kegiatan bulanan, deh, soalnya
ini FUN banget. Mimpi saya kalau bisa,
sih, ada gitu perusahaan lokal yang memproduksi materialnya supaya harganya gak
terlalu mahal. Soalnya bisa dibilang hobi scrapbook
ini hobi mahal, secara semua materialnya import dan bikin menguras dompet
buangeed. Jadi karena bahannya mahal tidak semua orang bisa dan mampu untuk
belanja produk-produknya. Saya juga
seneng banget kalo ada temen-temen yang mau belajar scrapbook, akan dengan senang hati diajarin. Pokoknya saya paling
semangat banget, deh, kalau sharing
ilmu.
















