21.12.12

Menilik Plered dan Keramiknya

Jika mendengar kata keramik, mungkin sebagain dari kita yang tinggal di Jawa Barat akan bersepakat menyebut kawasan Plered yang berada di kabupaten Purwakarta. Ya, plered memang terkenal sebagai salah satu sentra keramik di Indonesia. Jika kita melintas ke daerah itu, maka sepanjang jalan akan kita temui jejeran pajangan keramik beragam bentuk serta ukuran yang menarik perhatian. 

Konon, Plered dan keramiknya telah ada semenjak masa neolithikum. Akan tetapi, cacatan sejarah resmi mencatat bahwa pembuatan keramik di Plered telah berlangsung secara turun temurun dan dimulai dari tahun 1904. Awalnya, masyarakat Plered membuat keramik untuk keperluan rumah tangganya sendiri. Pada perkembangannya, keramik tersebut lalu dibuat secara komersil karena ternyata mampu menjadi sumber pendapatan bagi para pembuat keramik tersebut. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa pembuat keramik ini merupakan para prajurit Mataram dari wilayah Plered Yogyakarta yang pada tahun 1629 menyerang Batavia. Mereka kemudian memilih untuk menetap di Plered dan meneruskan keahlian mereka sebelum menjadi prajurit, yakni membuat gerabah.

Pada masa pendudukan Jepang, kerajinan keramik Plered sempat mengalami kemunduran dikarenakan sebagian dari para pengrajin keramik tersebut diharuskan menjadi romusha. Bahkan, pada masa revolusi fisik kemerdekaan, aktivitas membuat keramik di Plered benar-benar berhenti. Barulah setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia  pada tahun 1949, geliat kerajinan keramik di Plered kembali terasa. Hal ini ditandai pula dengan diresmikannya industri keramik di Plered oleh Bung Hatta.

Namun, permasalahan yang kini merebak adalah kalahnya Plered dari segi inovasi. Keramik dari Yogyakarta, misalnya, dianggap lebih memiliki nilai seni tinggi serta lebih banyak berkreasi. Hal ini dikarenakan penggerak keramik di kota gudeg tersebut sebagian besar adalah para seniman. Di samping itu, dari segi harga, keramik Plered pun kurang mampu bersaing. Meski demikian, secara kualitas bahan baku, para pengrajin keramik Plered boleh membusungkan dada. Dibandingkan sentra keramik lainnya di Indonesia, keramik Plered diakui lebih kuat dan tahan lama umurnya. 

Saat ini, tercatat sekitar 200-an usaha keramik yang terdapat di Plered dengan nilai produksi mencapai 8,5 milyar rupiah. Sebagian dari pengrajin Plered pun banyak pula yang berekspansi dengan berpindah domisili ke luar pulau Jawa untuk kemudian mengembangkan usaha keramik di daerah-daerah tersebut.  Nah, buat yang penasaran, langsung saja meluncur ke Plered. Siapa tahu menemukan celengan keramik unik atau kendi klasik yang dapat dijadikan koleksi!
(Nugraha Sugiarta)
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails