28.12.12

Menelusuri Scrapbook

Apa yang terlintas di kepala ketika mendengar kata kenangan? Tentu saja akan banyak kata-kata yang meluncur untuk mendeskripsikannya. Namun, tentu semua bersepakat jika scrapbook salah satu karya paling hip ketika berbicara kenangan. Bahkan, orang-orang terkenal seperti Mark Twain dan Thomas Jefferson konon menyukai kegiatan membuat scrapbook. Secara sederhana, banyak yang mengatakan bahwa scrapbook adalah album foto yang diberi hiasan dan diberi catatan-catatan mengenai kisah foto yang terdapat di dalamnya. Lebih jauh lagi, scrapbook dapat dikatakan sebagai seni mendekorasi foto.

Berbicara mengenai scrapbook adalah berbicara mengenai perjalanan panjang sebuah catatan-catatan sejarah personal yang dimiliki seseorang. Bahkan, telah hadir dari ratusan tahun yang lalu. Pada masa Yunani kuno, dikenal sebuah catatan yang dinamai "hypomnema" yang dipergunakan oleh para pelajar. Di dalamnya berisi berbagai hal-hal yang mereka dengar. Berlanjut pada adab ke-15, kala itu, apa yang dinamakan buku catatan yang merupakan cikal bakal dari scrapbook digunakan hampir oleh smua kalangan. Semua yang di rasa penting dimasukkan di dalamnya, mulai dari kata mutiara sampai rumus matematika! Catatan ini cukup unik karena dibuat sesuai dengan kepribadian para pemiliknya.

Pada abad ke-16, lahirlah apa yang dinamakan dengan "album persahabatan". Pada album ini, pemiliknya meminta orang-orang yang dikenalnya untuk membuat ilustrasi dan juga teks-teks singkat. Album ini kemudian sempat populer pula sebagai souvenir wisata yang berisi karya-karya seniman lokal serta memoribilia dari suatu tempat. Selanjutnya, Pada 1775, seorang penulis Inggris bernama James Granger membuat karya fenomenal dengan mengosongkan beberapa halaman belakang bukunya agar bisa diisi oleh pemilik buku dengan sesuatu yang bersifat personal.

Adalah John Poole dengan bukunya yang berjudul "Manuscript Gleanings and Literary Scrapbook" yang terbit pada 1826 mungkin bisa dikatakan sebagai tonggak dimulainya scrapbook seperti yang kita kenal saat ini. Di dalam bukunya, Poole memberitahu cara mencari, mengumpulkan, dan mengatur scrap (potongan kertas) dengan diberi hiasan.Pada tahun ini pula, mulai dikenal fotografi modern yang memungkan seseorang memasukkan foto di dalam scrapbook yang dibuatnya.

Kini, perkembangan scrapbook sudah sangat pesat. Alat-alat serta materi hiasan di dalam scrapbook sudah dijual bebas di toko-toko. Harganya yang mahal kemudian mendorong banyak orang berusaha membuat segalanya sendiri sehingga mendorong munculnya kursus-kursus scrapbook. Oh, ya. Salah satunya ada di Tobucil, loh... (hehe, malah promosi). Kini, scrapbook telah menjadi sebuah karya seni yang dikerjakan dengan penuh ketekunan dan bukan hanya sekadar catatan yang dihias. Lebih dari itu, scrapbook adalah perpaduan dari seni dan kenangan yang pada akhirnya menawarkan melankolitas sekaligus keindahan.
(Nugraha Sugiarta)

 
 

3 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails