9.11.12

Sekelumit Tentang Art and Craft Movement



Penghujung abad ke-18, terjadi perubahan besar di dunia. Beragam penemuan-penemuan yang spektakuler di masanya bermunculan. Inilah masa di mana dengan cepat tenaga manusia dan juga hewan yang telah ratusan tahun merupakan tumpuan dalam dunia industri mulai tergantikan oleh mesin-mesin. Hal ini tentu tidak lepas dari revolusi di bidang ilmu pengetahuan yang melambungkan nama-nama ilmuwan seperti Francis Bacon atau Rene Decartes. Munculnya berbagai lembaga-lembaga riset yang menjadi wadah para ilmuwan ini juga menjadi pemicu berkembang pesatnya ilmu pengetahuan yang berdampak pada kelahiran revolusi industri. Ekonomi gaya liberal yang melahirkan kelompok-kelompok kapital yang berujud pada kongsi-kongsi dagang seperti EIC, Virginia Co, atau Plymouth Co kemudian menjadi penguat dari produk-produk bergaya massal yang banyak mematikan industri-industri rumahan dan skala kecil di kala itu.

Tentu, tak semerta-merta gaya ekonomi liberal menjadi biang kerok dari kesemuanya. Ia muncul sebagai reaksi atas paham ekonomi merkantilisme yang menggariskan bahwa kegiatan dan sistem ekonomi diatur oleh negara. Hanya saja, perubahan peta ekonomi dan pola pikir industri yang kemudian berputar dengan demikian cepat menghasilkan permasalahan baru, mulai dari gejolak urbanisasi yang tak terbendung, permasalahan upah buruh yang sangat rendah, hingga yang paling dramatis pada kacamata seni adalah matinya estetika dan keluhuran nilai-nilai seni yang terkandung dalam sebuah produk. Permasalahan yang bahkan sampai saat ini masih nyata terasa.

Adalah John Ruskin dan William Morris yang dapat dikatakan sebagai pelopor dari gerakan perlawanan terhadap industrialisasi besar-besaran yang tengah marak terjadi pada masa revolusi industri. Ruskin rajin melakukan kritik terhadap revolusi industri yang dikatakannya membuat kualitas seni dan desain mengalami penurunan yang signifikan. Masih menurutnya, pembuatan barang-barang dekoratif dengan menggunakan mesin-mesin industri telah menyebabkan hilangnya sentuhan seni dalam produk-produk yang dihasilkan. Pola pikir Ruskin ini kemudian diterjemahkan oleh Morris dengan membuat berbagai karya seni yang murni hanya dibuat menggunakan tangan. Dengan cepat, apa yang dilakukan oleh kedua pelopor ini menyebarluas dan kemudian melahirkan apa yang disebut dengan Art & Craft Movement, sebuah gerakan yang bersandar pada pemahaman bahwa perlunya menjunjung tinggi komitmen kerja dan keindahan. Estetika tidak bisa begitu saja lahir dengan cara yang sedemikian instan dan massal. Ciri utama gerakan ini adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Karya-karya tersebut digarap dengan serius hanya dengan menggunakan tangan atau yang kini dikenal dengan istilah “handmade”.

Di Eropa, berbagai pameran seni yang mengutamakan kualitas dan kejujuran dalam berkarya kemudian menjadi tren. Tak mau ketinggalan, para seniman di Rusia beberapa seniman bersekutu untuk melahirkan karya-karya seni dekoratif yang terpengaruh kuat oleh gerakan seni era medieval sehingga menghasilkan ciri sendiri serta terlepas dari ciri Art & Craft Movement di Inggris. Pun demikian halnya dengan Amerika. Muncul berbagai interpretasi baru terhadap gerakan pembaharuan seni yang disesuaikan dengan pasar Amerika, pasar yang kadung di cap sangat borjuis. Studio-studio seni lalu lahir di berbagai pusat kota besar di Amerika.

Setelah berabad-abad, gerakan ini memberi stimulan yang cukup kuat bagi para pelaku seni dan pegiat industri skala kecil. Pola-pola karya handmade mulai mendapat porsi yang besar di kalangan awam, bahkan berharga jauh lebih mahal dibandingkan produk-produk massal. Demikian pula halnya dengan di Indonesia. Meski belum sehebat dan sebombastis apa yang terjadi di negara-negara pelopornya, namun sebagai gerakan antitesis dari industri skala besar yang sebagian besar telah menjatuhkan nilai-nilai seni, ia terus bermunculan mencari peluang di tengah hiruk-pikuk suara mesin yang tak pernah berhenti bersuara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails