23.11.12

Meretas Tubuh di GGM

Malam sudah larut. Kabut yang semakin pekat menembus seluruh penjuru kota Bandung hari itu. Riana kian mempercepat langkahnya. Sesekali ia melirik ke arah pergelangan kiri. Jam mungil yang menempel di sana memerlihatkan bahwa waktu telah menunjukkan pukul setengah satu malam. Rumahnya yang terletak di kitaran Kebon Jati memang cukup mencekam bila malam telah larut. Sedari tadi, jantungnya berdegup keras. Dua orang pemuda dirasanya menguntit semenjak ia turun dari angkutan umum. Tentu pulang malam seperti ini bukanlah kebiasaannya, namun apa lacur, pekerjaannya sebagai seorang penyiar radio kerap memaksanya untuk bekerja sampai larut. Di tengah kekalutan tersebut, dua pemuda yang menguntitnya tiba-tiba mengejarnya dan menodongkan pisau kecil. Meminta Riana untuk menyerahkan tasnya. Reflek Riana mundur sedepa, dua penodong itu kian berani. Riana tak juga menyerahkan tas di tangannya. Seorang penodong yang tampak kesal terlihat kalap. Tangannya melayang hendak memukul gadis mungil tersebut. Namun sebelum bogem mentah itu mendarat, ia tiba-tiba menjerit keras. Sebuah tendangan yang cukup dahsyat mendarat di ulu hatinya. Ia pun tersungkur. Pemegang pisau pun menggerus marah. Mukanya memerah. Ditusukkan pisau di tangannya. Namun gerakan Riana jauh lebih cepat. Tangkisan disertai jepitan penuh teknik membuat sang penusuk terpental dan mengaduh kesakitan.


Kisah di atas bukanlah sebuah cuplikan dari sebuah film action. Tapi itu adalah sebuah kisah nyata yang pernah benar-benar terjadi. Riana, sang korban yang berhasil menyelamatkan nyawanya itu, bercerita bahwa ia memang aktif berlatih beladiri Karate semenjak masih duduk di bangku kuliah. “Ya, saya pada awalnya memang ingin sekadar menjalani hidup sehat dengan berolahraga dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya karate menjadi pilihan saya. Apalagi seorang teman memberitahukan berlatih karate di Gelanggang Generasi Muda Bandung (GGM) cukup menyenangkan dan saya bisa banyak melihat beladiri-beladiri lainnya di tempt itu,” ungkapnya ringan.

Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang itu mempertahankan diri. Seni bela diri telah lama wujud dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara perlahan-lahan apabila peperangan telah berkurangan dan penggunaan senjata modern mula digunakan secara berleluasa, seni bela diri mula berkembang dikalangan mereka yang bukannya anggota tentara tetapi merupakan orang awam.

Ilmu beladiri sendiri, selain dapat menjamin keselamatan sekaligus melindungi diri para pecintanya jika mengalami hal-hal tak mengenakkan seperti yang terjadi pada Riana,” ia juga sangat bermanfaat untuk kesehatan, ketahanan tubuh, kesegaran, ketahanan mental, percaya diri, jiwa yang fress dan penuh semangat itu semua akan mengikuti dengan sendirinya, dan itu adalah bonus yang didapat dari belajar beladiri.. Tempat berlatih seperti ini sangat banyak tersebar di Bandung, namun jika ingin mencari yang komplit, cobalah mengunjungi GGM yang terletak di jalan Merdeka No. 64. Di sini, banyak diadakan latihan-latihan beladiri mulai dari kungfu, karate, boxer, kick boxing, sampai pencak silat.

Tanya saja Irfan Lubis yang telah berlatih di tempat ini selama enam bulan belakangan. Lelaki yang rajin berlatih kungfu di GGM ini mengakui bahwa semenjak ia mengikuti latihan di GGM, ia merasa lebih bugar dari sebelumnya. “Di sini kami tak hanya berlatih teknik beladiri, tapi juga belajar mengatur pernafasan, melakukan pemanasan secara benar dan teratur, dan melakukan gerakan-gerakan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, masalah sehat dan bugar inilah sebenarnya yang membuat saya merasa senang berlatih dan rasa-rasanya selalu ada yang kurang ketika saya tidak bisa hadir di hari latihan,” papar Irfan panjang lebar seusai berlatih bersama kawan-kawannya sore itu.

GGM memang sarana yang pas untuk mengasah kemampuan beladiri sekaligus untuk menjaga kesehatan. Gedung yang dikelola pemerintah ini seolah telah menjadi rumah kedua bagi banyak orang yang mendambakan hidup sehat sembari berlatih beladiri. Meski tingkat perawatan tak terlalu memadai, ia tetap menjadi salah satu tempat favorit yang dimiliki oleh kota Bandung. Nah, Anda ingin sehat sekaligus menjadi ahli beladiri? Bertandanglah ke GGM. Menjadi sehat dan menemui semangat lain yang dimiliki oleh Parijs Van Java.

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails