16.11.12

Antusiasme Berkarya Sabrina’s Clay & Jewelry


Nun jauh dari Batam, kali ini Tobucilhandmade mengunjungi Sabrina’s Clay & Jewelry yang tanpa henti terus berkreasi dengan pernak-pernik dan tanah liat. Ow, apakah ini sang pembuat keramik? Tentu saja bukan, hehe… Nofie, perempuan di balik  Sabrina’s Clay & Jewelry, adalah salah satu crafter dengan antusiasme yang terasa begitu penuh tak pernah berhenti berkarya membuat beragam aksesoris nan unik dan menarik.



Halooo Nofie… apa kabar nih Batam? Gimana gerakan craft di di sana?
Halooo… Alhamdulillah Batam agak adem minggu ini karena beberapa hari disiram hujan, hehe…  Hmm… saya mengenal beberapa teman crafter di Batam hanya jarang ketemu bahkan ada yang cuma kenal online tapi belum pernah ketemu sama sekali dan untuk craft yang saya geluti di Batam juga belum ada semacam komunitas crafter gitu, kadang ketemu hanya pas belanja di toko bahan-bahan craft. Dari dulu kepingin, sih, bikin grup crafter Batam dan membuka peluang usaha buat teman-teman pekerja di manufacturing yang sedang finish contract. Beberapa tahun lalu pernah dimintai temen-temen buat ngajarin bikin aksesoris biar mereka bisa survive karena perusahaan tempat mereka bekerja terancam tutup dan pindah ke luar negeri dan alhamdulillah ternyata hasil karya mereka dapat pasar yang lumayan bagus…

Oh, ya. Jewelry seperti apa aja,sih, sebenarnya yang dibuat oleh Nofie?
Jewelry yg saya buat macam-macam, mulai dari bros, peniti, gelang, kalung, cincin, dan anting dengan bahan yang beraneka macam, termasuk dari bunga-bunga clay hasil buatan saya sendiri. Sebenarnya banyak sekali jenis-jenis handicraft yang saya minati dan ingin saya geluti, tapi belum bisa terlaksana karena keterbatasan waktu dan tenaga disebabkan status saya yang masih karyawan sebuah perusahaan. Saat ini saya sedang belajar dan ingin mengembangkan usaha membuat wire jewelry yang mulai booming di Indonesia dengan harapan bisa mengembangkan dan mengenalkannya kepada masyarakat Batam dan sekitarnya.

Sabrina’s Clay & Jewelry sendiri, kan, menggunakan clay sebagai salah satu bahan dasarnya. Apa gerangan yang mendasari pemilihan bahannya, tuh?
Saya mulai mengenal bahan dasar aksesoris dari clay sekitar tahun 2006. Waktu itu saya baru memulai hobi baru saya membuat aksesoris. Saat itu harganya masih cukup mahal tapi bagus serta cocok digunakan sebagai bahan aksesoris untuk semua kalangan usia. Awal tahun 2010, saya menemukan sebuah online shop di Multiply yang sharing resep membuat clay dari tepung, dengan semangat saya mencoba membuatnya dan menghasilkan bunga-bunga yg lumayan enggak jelek-jelek amat, hehe… Bunga-bunga tersebut yang sudah saya rangkai menjadi bros mendapat sambutan baik dari teman-teman kantor dan banyak yg berminat. Waktu itu saya juga baru mulai mengenal banyak online shop yg menjual bahan-bahan aksesoris dan mengetahui bahwa bunga clay banyak sekali peminatnya. Hal inilah yg membuat saya semakin bersemangat mendalami lagi dunia clay.


Apa, sih, sebenarnya hal yang paling menarik dengan berkarya menggunakan clay?
Sebenarnya dari kecil saya sudah senang bermain dengan tanah liat, apalagi waktu itu di daerah tempat saya tinggal banyak tanah litany, jadi saya dan teman masa kecil suka membuat benda-benda mini untuk dijadikan mainan seperti perabotan rumah tangga, peralatan dapur, dan sebagainya. Nah, pas ketemu dan mengenal bahan clay yang pada dasarnya berasal dari tanah liat ini,  jiwa seni saya semakin tertantang, hehe…


Nofie sendiri belajar bikin-bikin karya super asoy ini gimana, nih, awalnya?
Awalnya sih waktu itu sekitar tahun 2006. Secara tidak sengaja pada saat saya sedang jalan-jalan di salah satu mall di Batam dan melewati sebuah counter yang menjual aksesoris dan bahan-bahannya. Counter ini begitu ramai oleh pengunjung yang belanja sambil belajar gratis membuat aksesoris. Hal ini langsung membuat “darah crafter” saya yang udah lama tidak tersalurkan kembali bergejolak, hahaha... Dari sana, dimulailah dunia hobi saya yang baru dan alhamdulillah waktu itu mendapat sambutan baik dari teman-teman kantor, tetangga, dan terutama keluarga saya yang ikut membantu pemasarannya.

Menurut Nofie, apa kesulitan paling utama yang dimiliki oleh para crafter ketika menyelami dunia kreatif yang satu ini? Gimana,tuh, cara paling ampuh untuk mengatasinya?
Menurut saya, kesulitan yang paling utama adalah pada saat tidak punya ide untuk membuat suatu desain yang baru dan beda dengan yg sudah pernah ada dan dibuat oleh crafter lain. Buat saya yang suka dengan segala hal-hal yang berjenis handicraft, saya tidak hanya fokus pada satu jenis craft saja. Jadi, jika saya mengalami kejenuhan atau lagi buntu gak dapat ide yang baru, misalnya, dalam pengerjaan jewelry, maka saya beralih ke clay dan sebaliknya. Satu hal yang pasti, tentunya harus selalu berpikir kreatif dan punya kemauan yang kuat untuk terus berkarya.


Terakhir, apa,sih,hal paling utama yang membuat Nofie mau bergelut dan membuat Sabrina’s Clay & Jewelry?
Sebenarnya  banyak hal yang membuat saya mau bergelut dan membuat usaha kecil-kecilan yg saya beri nama “Shabrina's Clay & Jewelry”, tapi hal yang paling utamanya adalah sesuai dengan namanya sendiri yaitu “Shabrina – my little girl” dialah sumber inspirasi saya selama ini. Dia adalah semangat saya untuk membuat Shabrina's Clay & Jewlery, dan berharap suatu saat nanti Shabrina's Clay & Jewelry dapat berkembang menjadi sebuah usaha yang jauh lebih besar lagi dengan Shabrina sendiri sebagai pengelolanya, hehe…


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails