19.10.12

Pekerjaan Hati Iko Batik Jambi



Jika selama ini kita kerap merasa “Indonesia sekali” tiap mengenakan hal-hal yang memiliki unsur batik, mungkin ada baiknya berkenalan dengan Mbak Sheika. Pecinta baik yang satu ini dengan berani membuat karya-karya dengan menggunakan motif batik. Uniknya, jika batik selama ini lebih dikenal berasal dari tanah Jawa, Mbak Sheika justru mengangkat batik khas Jambi dalam karya-karyanya. Penasaran? Sama dong, hehe…





Iko Batik Jambi sendiri karya atau produk yang dibuatny apa ajakah gerangan?
Iko Batik Jambi membuat tas perca, ada boneka tapi belum banyak, terus hiasan dinding dari perca batik jambi.


Oh, ya. Batik kan selama ini lebih dikenal yang dari pulau Jawa. Kalau batik jambi itu sendiri seperti apa sih emang, Mbak?
Asliny, ya, orang Jawa yang bawa budaya batik ke Jambi. Nah, untuk motif, yang khasnya motif angso duo ikon propinsi, kapal sanggat, kapal kajanglako, durian pecah, dan tampuk manggis. Biasanya untuk pakaian, sarung adat ada juga, tapi mereka lebih pake songket. Kalau aku khusus kucari yang motif kuno agar lebih cantik dan jadul kesannya. 


Apa, sih, sebenarnya perbedaan paling mendasar antara batik Jawa dengan batik Jambi itu sendiri?
Batik Jambi cenderung merah tua, kusam. Tapi sekarang banyak warna karena sebetulnya batiknya pesan di Jawa juga. Oh, ya. Aku cuma pakai batik yang katun, yang sutra atau dolbi paling buat vuringnya.

Oh ya, klo Mbak Sheika sendiri gimana, tuh, awalnya sampai bisa kepikiran bikin karya handycraft dengan menggunakan motif batik Jambi?
Dulu aku pakai batik jawa, lalu Ibu Gubernur Jambi yang lama, Ibu Ratu Munawaroh melihat, terus dia pesan untuk tamunya tapi pakai batik jambi. Aku dikasih kain utuh malah mati ide, lalu pakai perca malah sekarang jadi tergila-gila, hehehe…

Hooo gitu, kalo Mbak Sheila dengan Iko Batiknya sendiri gimana, tuh, ngerasain tanggapan pasar terhadap karyanya menggunakan Batik Jambi?
Nah, tasku ada di kampung batik Palbatu Tebet Jakarta. Kalau di Jambi hanya ada di dua gerai biar nggak pasaran. Pasar Jakarta lebih enak, yang belinya nggak nawar hihihi… Mereka merasa batiknya unik. Malah di Jambi mereka kira aku buat batik di Jawa dan dijual di Jambi… 


Apa gerangan, tuh, Mbak yang menarik sebenarnya dari handycraft atau handmade itu sendiri?
Aku selalu bilang sama anak-anak, ini pekerjaan hati, jadi bukan uang semata tujuannya. Dari rasa ingin berkreasi, kita jadi menghargai pkerjaan org lain. Kan, lebih nyaman memakai tas hasil sendiri.

Kalau mbak sheika sendiri pengen Iko Batik Jambi ini berkembang seperti apa sih di masa depan?
Pengennya punya toko khusus tas perca batik Jambi yang jadi  oleh-oleh khas Jambi... cita-cita ibu telat, hihihi… Aku selalu bilang sama yang beli, beli tasku sama dengan beli batik karena beli batik itu kita belajar, belajar merawat batik, budayanya, falsafahnya, kisahnya.

Semangat, Mbak! Hehe… Ada kendala enggak Mbak Kalau di Jambi ketika berproduksi dan ngejual?
Nggak ada kendala, sih…Semua dikerjakan sendiri, jualan lancar, karena hanya satu tas tiap seri, suka-suka, deh,  buatnya, hehe…


Pesan untuk penggiat craft di Indonesia dari Mbak?
Semua pekerjaan harus pakai hati, dan aku yakin para crafter selalu memakai hati jika membuat karya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails