5.10.12

Dongeng Raja Jalanan



Surya hari itu bersinar dengan cukup cerah mengantarkan pertemuan kami dengan dua lelaki pecinta motor klasik, Uki dan Kijing. Menemui kedua lelaki ini, saya seakan-akan di bawa kembali pada era 70-an di masa keemasan aktor Roy Marten ketika membintangi film “Ali Topan Anak Jalanan” lengkap dengan rambut gondrongnya. Motor-motor pabrikan negeri Sakura adalah kuda besi yang menjadi tunggangan pilihan kedua karib ini.

Uki mengakui bahwa pada awalnya ia menggunakan motor-motor tua produk Eropa, namun kemudian, seiring proses perjalanan hidupnya ia malah beralih dan jatuh cinta kepada motor-motor tempo dulu dari Jepang.

“ Karakternya sesuai dengan saya, dan lagi mesinnya kuat serta lebih nyaman dikendarai, teknologi yang digunakannya pun sama dengan motor-motor jaman sekarang. Dari segi tenaga, ia tak kalah dengan motor-motor lainnya, selain itu spare partnya masih banyak bertebaran di tempat-tempat loakan seperti di Jatayu atau Pasar Pelana,” jelas lelaki ini menjelaskan ihwal kecintaannya terhadap motor tersebut. Demikian pula halnya dengan Kijing, di samping harganya yang murah dan kendaraannya yang bersahabat sekaligus hemat energi, faktor teknologi itu pula yang membuatnya gemar memiliki motor tua Jepang.

Uki dan Kijing lalu bercerita pula masalah perburuan motor jenis ini yang cukup mengasyikkan. “ Kita harus pintar-pintar mencari jika menginginkannya. Biasanya sih kalau kita di jalan menemui orang yang tengah mengendarai motor tua yang bagus maka akan kami kejar dan langsung ditawar di tempat,” ujar keduanya membuka rahasia perburuan.

“Intinya dibutuhkan kesabaran, karena banyak orang yang terburu nafsu ketika mencari motor tua, akhirnya ia harus mengeluarkan uang dalam nominal yang cukup besar, padahal jika mencari dengan teliti ia bisa mendapatkan barang yang sama dengan harga yang jauh lebih murah, apalagi sekarang pecintanya pun semakin banyak sehingga harganya terus melambung mengikuti permintaan pasar,” sahut Uki memberi tambahan. Lelaki berambut gondrong ini kemudian menjelaskan pula bahwa fenomena film The Tarix Jabrix yang cukup melejit membuat motor-motor tua Jepang semakin banyak dilirik.

“Proses pencariannya yang cukup sulit, ditambah nilai romansa yang dimilikinya, serta perjuangan membangun motor dari nol sampai ia dapat kembali layak dikendarai adalah hal yang membuat motor ini menjadi kebanggaan kami, ia laksana istri kedua bagi kami, bahkan para pengendara motor tua seringkali memberikan nama kesayangan motor mereka, seperti halnya saya yang menyebut motor saya dengan panggilan Joli,” ungkap Kijing sesaat kemudian, “ motor-motor ini dalam pandangan kami seolah bernyawa.”

“ Lelaki memang ditakdirkan untuk dekat dengan mesin,” ujar mereka sedikit jumawa. Keduanya lalu mengatakan pula bahwa motor tua melatih para pemiliknya untuk memiliki mental yang tangguh dan tidak cengeng. Pemiliknya harus mau belajar mengenai mesin motor lebih banyak ketimbang para pengguna motor biasa. Di sinilah sebuah kekuatan niat sekaligus pembelajaran tentang perjalanan sebuah proses akan menemui ujian, anugerah terbesar yang dapat dipetik oleh para pecinta motor klasik.

Lalu bagaimana cara yang sebaiknya dilakukan jika hendak mencari motor jenis ini? Keduanya lalu menjelaskan bahwa cara terbaik adalah mengobrol dengan orang yang benar-benar mengerti motor jenis ini. Selain itu, ketika hendak membeli sebuah motor, hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat kondisi mesinnya, masih primakah atau sudah bermasalah.

Body part adalah hal berikutnya yang harus diperhatikan, “kalau spare part tak begitu masalah karena masih banyak dijual, tapi body part berbeda, ia harus benar-benar diperhatikan karena ini menyangkut orisinalitas,” ucap Uki kemudian. Berbicara mengenai originalitas, Uki kemudian mengatakan bahwa niat ketika hendak membeli harus pula dijadikan pertimbangan. Apakah kita menginginkan motor yang orisinal atau kita hendak memvariasikan motor tersebut.

“ Istilahnya pengen yang original atau pengen di-custom,” kali ini Kijing menyumbangkan suara, “jika memang hendak meng-custom motor, maka kita tak usah terlalu ribet mengamati motor yang kita incar karena toh nantinya juga ia akan dibongkar dan dibangun kembali satu-persatu,” ia lalu melanjutkan suaranya. “ Ya… yang pasti harus rajin hunting agar bisa memeroleh motor yang benar-benar kita inginkan,” tukas kedua raja jalanan tersebut memberi simpulan di akhir pertemuan kami hari itu. 

1 komentar:

  1. Artikle yang sangat keren, semoga sukses selalu

    Ingin Liburan Ke paket wisata karimunjawa dengan aman dan nyaman di karimunjawa ? Ingin Paket Wisata Karimunjawa dan gak murahan? Hubungi Kami "Raja Karimunjawa" biro lokal asli Karimun jawa . Untuk Book Paket Karimunjawa dan Tour Karimunjawa , silahkan hubungi kami karena kami biro karimunjawa dan trevel karimunjawa terpercaya. Paket wisata karimunjawa Murah tapi mewah, murah tapi gak murahan. Kepuasan Paket Wisata Karimunjawa anda di pulau Karimunjawa adalah kebahagia'an dan tujuan kami. Terimakasih telah mempercayakan paket wisata karimunjawa bersama kami Agen Wisata Karimunjawa dan furniture jepara. silahkan Untuk booking paket lebaran karimunjawa dan paket tahun baru karimunjawa

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails