6.9.12

Menikmati Keunikan Unikua

Berlabel emak-emak yang mengaku berempong-rempong ria, Miko bisa jadi adalah salah satu emak-emak paling kreatif di bumi Indonesia. Dari tangannya lahir beragam karya aksesoris unik yang cukup mengagumkan. Tanpa banyak basa-basi mari simak obrolan asyik-masyuk Tobucilhandmade dengan ibu beranak satu ini.

Siapa, sih, gerangan manusia di balik Yunikua? Apa, nih, yang membuat kamu tertarik dengan dunia craft?
Manusianya adalah Emilia a.k.a Miko Wiropati, seorang emak-emak rempong beranak satu dengan kegiatan seperti emak-emak pada umumnya. Saya tertarik dengan craft karena serunya proses pembuatan sampai akhirnya barang tersebut terjual. Tapi saya nggak tertarik sama semua yang berhubungan dengan craft, ya… Hanya beberapa bidang aja, khususnya fashion accessories. Itupun ada juga  “aliran” fashion accessories yang nggak saya minati. 

Nah, namanya, kan,Yunikua, dekettt dengan kata unik. Emang apa gerangan, nih, keunikannya Yunikua?
Keunikan Yunikua kalo menurut saya sendiri. Sih, bisa dilihat dari hasil karya saya yang sangat random dan nggak berkiblat pada satu style tertentu. Dan biasanya saya hanya membuatnya dengan jumlah yang sangat terbatas. Biasanya malah cuma bikin sebiji... 

Karya-karya yang dibuat oleh Yunikua, kan, kebanyakan aksesoris. Aksesoris seperti apa sih sebenernya yang dibuat Yunikua?
Memang sejak 2010, Yunikua mulai mengkhususkan diri untuk jualan aksesoris. Awalnya nggak bikin sendiri, melainkan jual aksesoris-aksesoris import maupun lokal yang sudah jadi, tapi kemudian ada satu teman yang menyarankan untuk coba bikin sendiri, terus ada juga teman yang tadinya titip jual di Yunikua, berbaik hati mengajarkan cara menyambung manik-manik untuk jadi aksesoris. Akhirnya pada pertengahan 2011, nekatlah si emak-emak rempong ini untuk coba-coba jualan aksesoris bikinan sendiri. Seperti apa modelnya? Ya silakan lihat sendiri, hehe…

Oh, ya, Di Facebook-nya aku liat ada link Biru Jingga “Batik Project”. Apalagi, nih, tampaks side project Yunikua yang menarik, hehehe…
Biru Jingga adalah mitra kerja Yunikua khusus untuk aksesoris yang membutuhkan bahan-bahan dari perca batik. Awalnya karena lagi pengen bikin aksesoris yang pake bahan batik, tapi apa daya kemampuan menjahit saya sangat tiarap, jadi iseng-iseng nanya sama temen yang bisa jahit, bisa ngga supply bahan-bahan untuk bikin aksesoris berbahan dasar perca batik. Beliau menyanggupi, jadilah kami bermitra. Tapi sekarang Yunikua udah nggak dagang aksesoris batik lagi. Karena dari iseng-iseng tersebut, Biru Jingga akhirnya membuat aksesoris-nya sendiri. Jadi kalau ada pelanggan yang pengen aksesoris batik, langsung saya lempar ke Biru Jingga aja. Karena saya sendiri bikin aksesoris batik hanya napsu sesaat, hehehe…


Balik lagi ke Yunikua, nih. Berkaitan dengan ide, konsep seperti apa, sih, yang diusung oleh Yunikua dalam berkarya?
Saya selalu bingung kalo ditanya seperti ini. Karena saya berkarya sesuai mood dan ide yang hilir mudik di kepala, jadinya nggak ada konsep, ngalir aja. Yang penting saya puas dengan hasil karya saya, apapun itu modelnya, dan pelanggan senang memakainya…

Kalau proses kreatifnya sendiri seperti apa, tuh, dari mulai mengerjakan ide sampai ide tersebut menjadi karya yang super asyik?
Standar aja, sih. Kalau untuk aksesoris-aksesoris koleksi per bulannya, ide muncul, bahan ada, kerjakan, foto, upload deh. Tinggal nunggu pelanggan nyamperin. Tapi ada juga ide yang datang dari pelanggan.  Prosesnya Cuma beda di ide doang.. Ide dilontarkan, bahan ada, ya, langsung dikerjakan, bahan ngga ada, ya, cari dulu bahannya baru dikerjakan. Selebihnya sama.

Apa hal terbesar yang sebenarnya Miko mimpikan dengan Yunikua?
Belum kepikiran apa-apa… Sementara ini ngalir aja dulu, yang penting dengan hasil dari Yunikua, saya bisa bantu suami untuk nyeneng-nyenengin anak saya, hehe…

(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails