14.9.12

Kolaborasi Musang dan Kucing


Muscing Crafts konon adalah reinkarnasi sepasang musang dan kucing yang menjelma ke dalam tubuh sepasang suami istri dan bermesraan dengan perbatikan nan bernuansa lokalitas. Bercengkrama dengan Muscing Crafts, saya jadi jauh lebih mahfum lagi tentang betapa unik dan menariknya ke-Indonesiaan jikalah ia diterjemahkan ke dalam sebuah karya…

Haloooo Muscing… Musang dan kucing, tampak filosofis, nih, namanya, hehehe… Kenapa, tuh, dinamain Muscing Crafts?
Musang dan kucing itu alter ego gue dan suami, hehe... Dia musang, gue kucing. I kinda believe that i was a cat in my past life, berkolaborasi jadi muscing, yak, hehe…



Karya-karya Muscing Crafts kan beragam, ya, dari lampu sampai notebook. Sebenarnya, apa aja sih yang dibuat oleh Muscing Craft?
Awalnya Muscing Crafts mulai dari bikin jam dinding batik, pas mulai gunting-gunting kain terus ada sisa percanya jadi pengen dimanfaatin juga, jadilah bikin corsage dan kalung-kalung. Lama-lama mikir kalo mau serius, mesti menetapkan lines, akhirnya jadilah tiga lines: Muscing home, home accessories kaya jam dinding dan lampu meja; Muscing accessories, corsage dan kalung-kalung; sama Muscing stationery, notebook, pencil holder, bookmarker...

Karya-karya Muscing Crafts tampak menonjolkan batik. Apa gerangan yang menarik dari batik itu sendiri?
Batik itu salah satu teknik pewarnaan dan pemolaan tekstil yang unik. Wax resist dyeing itu salah satu proses yang butuh kesabaran, butuh waktu dan terdiri dari beberapa tahap yang semuanya masih rely on human touch. Jadi cucok banget lah dipaduin sama filosofi craft, tapi karena batik tulis mahal, Muscing Crafts memilih batik cap supaya harga produk bisa lebih terjangkau. Oh, ya. Belum lagi pola batik itu sendiri banyak ceritanya, banyak filosofinya, dan banyak ragam yang mewakili karakteristik masyarakat di daerah asalnya. Misalnya Yogya-Solo lebih klasik dan untuk kaum ningrat. Ada pembedaan kelas-kelas pemakainya menurut pola. Kota-kota pesisir lebih egaliter dan mengambil inspirasi dari keseharian kaya batik lasem, semarangan, dan lain sebagainya. Selain itu, personally, musang dan kucing memang suka batik dan pengen menularkan itu ke orang lain, tapi dengan batik-batik yang sesuai selera kami tentunya, hehe... Sebenarnya awalnya bercita-cita bikin selembar info soal sejarah dan cerita di balik motif batik yang dipakai di setiap produk, cuma kok, ya, belum kesampaian...


Apa, sih, hal utama yang menjadi pegangan Muscing Crafts agar karya-karyanya tetap berkualitas…?
Hal paling utama adalah semua dikerjakan dengan tangan dan dari hati. Desain sudah pasti jadi titik awal berkarya, jadi ini yang jadi pegangan supaya produk muscing crafts punya nlai lebih. Kami sendiri masih kesusahan mencari supplier bahan-bahan pendukung seperti kanvas, mesin jam, dan lain-lain yang kualitasnya konsisten. Jadi masih harus diakui, biaya produksi masih tinggi karena masih trial and error mencari supplier itu tadi...


Menurut Muscing Crafts, apa, sih, hal paling unik dari karya “handmade” itu sendiri?
Handmade itu cara berproduksi yang harus dilestarikan. Hal yang paling unik dari karya handmade adalah setiap produk tidak akan ada yang sama persis. Di situ bukti sentuhan tangan manusia...


Siapa atau apakah, nih, hal yang paling menginspirasi Muscing Craft dalam berkarya? Kenapa?
Hari gini inspirasi banyakan dari browsing sepertinya, hehe... Belajar dari craftsmen lain di indonesia maupun di luar indonesia. Forumnya banyak dan komunitasnya menyenangkan karena semua yang terlibat senang berbagi. Berbagi ilmu, teknik, dan pengalaman. Tapi uniknya juga masing-masing tetap punya signature style, jadi bukan caplok contek ide sana-sini aja...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails