16.8.12

Ini bukan Sekadar Permainan

17 Agustus tiba, hari kemerdekaan Indonesia ini selalu dirayakan dengan meriah. Setiap negara tentu memiliki kebiasaan yang berbeda ketika merayakan hari kemerdekaannya, demikian pula halnya dengan Indonesia. Beragam permainan seru yang sangat “Indonesia” kerap digelar di seluruh pelosok negeri. Permainan tersebut bahkan menembus segala kelas masyarakat. Meski kini 17-an bertepatan dengan bulan puasa, tentu saja hal-hal unik yang dimilikinya tak akan menepi begitu saja. Nah, mari kita mengingat beberapa di antaranya...

Siapa yang tak kenal panjat pinang. Ini adalah satu dari sekian banyak permainan yang paling populer ketika 17 Agustus tiba. Permainan tradisional yang melibatkan tim ini menggunakan batang pohon pinang yang telah dilumuri oleh pelicin. Setiap tim kemudian berlomba-lomba untuk mencapai puncak. Tim yang berhasil mencapai puncak terlebih dahulu dinyatakan sebagai pemenang. permainan tersebut seolah menyiratkan makna kebersamaan dalam satu tim untuk meraih kemerdekaan di ujung batang pinang. Jalan menuju kemerdekaan melalui perjuangan berat dan sulit. Dan tentu saja, hadiah-hadiah yang diikatkan di puncak pinang menjadi hak sang pemenang. Siap-siap saja mandi seusai mengikuti panjat pinang, karena tubuh pasti kotor belepotan oli dan macam-macam bahan pelicin lainnya!

Lomba balap karung kemudian menjadi lomba legendaris lainnya yang diadakan setiap 17-an. Mirip lomba lari, peserta harus menempuh jarak tertentu, dan siapa yang mencapai finish terlebih dahulu, dialah pemenangnya. Serunya permainan ini adalah, setiap peserta harus menggunakan karung goni ketika bertanding. Walhasil, mereka pun akan meloncat-loncat dan terkadang sampai terjatuh karena terlalu bersemangat sehingga kakinya tersangkut di karung yang tengah dikenakannya. Dari sisi filosofis, bisa jadi pertandingan ini dimaksudkan untuk mengenang betapa penjajah dahulu begitu kejam sehingga rakyat harus menggunakan karung goni sebagai bahan pakaian. Setelah merdeka, simbolisasi kemerdekaan itu mungkin diwujudkan dengan cara menginjak-injak karung goni sekaligus mengajarkan betapa tidak enaknya berlari dan melompat ketika kaki terbungkus dan jangan sampai hal itu dialami kembali oleh bangsa kita di masa depan.


Lalu ada lagi permainan gebuk bantal yang memertemukan dua petarung untuk saling bertukar pukulan dengan menggunakan bantal dengan duduk di atas sebuah batang pinang atau batang lainnya. Siapa yang jatuh, ia yang kalah. Pecinta damai memang tak suka peperangan. Dengan gebuk bantal ini, setidaknya sebuah pertempuran tanpa korban jiwa dan mengundang keriaan dapat mengajarkan agar kita terus berdamai dan bersatu padu mengisi kemerdekaan. 

Nah, yang satu ini nyaris tak pernah terlewat. Mungkin pedagang bendera menanggung untung besar setiap bulan Agustus tiba, namun bisa jadi, penjual kerupuk adalah pedagang yang paling panen rezeki ketika hari kemerdekaan. Pasalnya, pertandingan makan kerupuk  adalah sebuah pertandingan wajib yang diselenggarakan pada tiap 17-an. Dengan tangan terikat. Tiap peserta harus dulu-duluan menghabiskan kerupuk yang tergantung di hadapannya. Melalui permainan ini, kita dapat bersyukur bahwa saat ini kita tak seperti masa lalu yang serba kekurangan termasuk kekurangan bahan pangan. Hmm... bagi yang berminat mengikuti pertandingan ini, sebaiknya mengisi perut terlebih dahulu di rumah. Mengapa? Jawabannya hanya satu, tak pernah ada dalam sejarah kuliner, kerupuk bisa mengenyangkan perut!

Hanya itu saja? Tentu masih banyak lagi. Hari kemerdekaan di negeri ini memang selalu dirayakan dengan pertandingan-pertandingan unik. Punya ide pertandingan unik? Coba saja wujudkan ide tersebut ketika 17-an, siapa tahu menjadi legenda dan masuk ke dalam catatan sejarah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails