6.7.12

MicaWork : Jangan Khawatir, Crafter Itu Bisa Makan!

Kali ini Tobucilhandmade menghadirkan percakapan super hangat dengan Oom muda yang berdarah arsitek namun tertarik produk furnitur dan bermimpi memiliki warung kopi. Dikenal dengan bantal-bantalnya yang super unyu, MicaWork adalah satu dari tak banyak orang yang intens dan percaya dengan dunia kreatif. Bahwa dengan craft hidup pasti terjamin, plus satu lagi, bisa eksisssss, hehehe…

Karya-karya MicaWork sepertinya banyak berhubungan dengan perbantalan, nih, hehe. Sebenarnya apa saja yang dibuat oleh MicaWork?
Sebenarnya MicaWork hanya sub-brand. Masih ada sub-brand lain yang produknya lampu, rak buku, dan lain sebagainya. Saya dulu berprofesi sebagai arsitek, yang sesungguhnya lebih tertarik pada produk furnitur. Hanya saja ketika bersentuhan dengan dunia “jualan”, produk plush seperti bantal dan boneka lebih banyak dipesan orang. Jadilah aneka bantal dan boneka itulah yang terekspos. Saya pada dasarnya juga senang merintis sesuatu yang baru. Misalnya saja saya suka biskuit coklat, trus jadi pengen banget bikin usaha biskuit coklat. Bukan nyari duitnya; tapi rasanya asyik bisa mempelajari dan menguasai suatu metode. Eh, bikin warung kopi menarik juga. Gimana kalau saya dan Nunuw ngajak mbak Tarlen bikin cafĂ© di Tobucil? Kita beri nama “warkocil” alias Warung Kopi Kecil. Huhuhuu…


Hahaha, ide bagusss…. Oh, ya.. Di Facebook MicaWork tertulis “Hasta Karya Unik Produk Indonesia”. Artinya?
Label ‘hasta karya unik produk Indonesia’ adalah target karakter yang ingin dicapai oleh MicaWork melalui desain, pengenaan aspek fungsi, dan nilai pada tiap karya. Saya selalu berusaha agar, misalnya, sebuah boneka selain sebagai pajangan atau koleksi, juga memiliki  fungsi, misal pengharum lemari, tas, dan lain sebagainya sehingga memiliki nilai lebih. Saat ini saya sedang mengembangkan produk bantal yang dapat ditulis atau dilukis, sehingga menjadi media alternatif.


MicaWork, kan, sudah cukup lama ya eksis. Gimana, tuh, cerita pergulatan MicaWork dalam mengarungi dunia craft dan handmade?
MicaWork mulai di rintis sejak tahun 2006. Nama MicaWork berasal dari nama keponakan saya: Michayla, gadis cilik yang pintar dan cantik.  Antara waktu itu sampai saat ini ada masa-masa vakum dan jatuh-bangunnya. Kalau dibikin sinetron bisa sampai 14 seasons. Hehe… Seriusnya sih mulai tahun 2011. Jadi sebenarnya juga belum lama-lama amat. Apalagi bila dibandingkan teman-teman lain yang sudah masuk tv dan lain-lain, rasanya MicaWork belum cukup eksis.

Bentar lagi kayaknya giliran Mica Work, hihi… Hmm…  Apa, sih, yang membuat MicaWork mau bergulat ria di dunia handmade?
Karena saya bisa menyalurkan pasion saya yakni mendesain sesuatu, dan bisa dapat duit untuk bayar ini  setumpuk tagihan kartu kredit, daftar cicilan panci, surat gadai mesin jahit, Tunggakan PLN, rencana keliling eropa tiga bulan, beli rumah di jalan Menteng di Jakarta, beli helikopter, ehmm…apalagi ya…

Nraktir saya mas, ahahahaha… Menurut Mas Paulus, apa permasalahan utama yang seringkali dihadapi oleh para crafter? Gimana cara mengatasinya?
Sangat sedikit referensi yang bisa dimanfaatkan seorang crafter pemula untuk mengembangkan dirinya. Coba Nunuw lihat buku tentang flanel di toko buku, jumlahnya banyak sekali tapi isinya itu-itu saja. Padahal kita punya banyak sekali tekstil dan serat khas Indonesia yang bisa dikembangkan sebagai alternatif. Sedihnya, tidak banyak komunitas yang bisa menjadi wadah bagi crafter menumbuhkan ketrampilan, wawasan, serta mentalitas seorang crafter. Banyak komunitas yang hanya berfungsi sebagai akuarium, jadilah para crafter itu sebagai “crafter akuarium”. Untuk itu crafter harus mandiri serta percaya diri. Banyak membaca dan melihat untuk mengembangkan wawasan. Selain bidang craft yang diminati, seorang crafter juga kudu memiliki pengetahuan tentang trend desain, teknologi, pranata hukum, etika bisnis, dan lain sebagainya. Tentu saja tidak semua crafter  harus membisniskan karyanya, tapi itu cara paling realistis dan praktis mendapatkan penilaian secara obyektif.

Nah, sekarang, menurut Mas Paulus, apa keuntungan terbesar ketika seseorang memilih jalan menjadi seorang crafter?
Ehm.... karena saya sudah oom-oom, jawaban saya pragmatis saja ya. Seorang crafter yang memiliki ketrampilan, selama dia mau bekerja tidak perlu khawatir ga bisa makan. Hehe… Dia memiliki aset yakni ketrampilannya untuk membuat sesuatu karya yang bisa dijual dan menghasilkan uang. Melalui karyanya, seorang crafter juga bisa menyatakan harkat dirinya, perasaan, serta aspirasinya. Misalnya saja seorang crafter yang peduli lingkungan pasti akan membuat karya yang mendukung pelestarian lingkungan.


Apa hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang crafter?
Selain kudu kreatif dan inovatif, seorang crafter kudu bisa menekan ego-nya. Dengan demikian, seorang crafter akan bisa membuka diri terhadap hal-hal baru, sehingga karyanya semakin baik dan bermakna.
Email : paulusphoek@gmail.com
Twitter  @micawork
Ph. 0857 2500 5599
Jl. Yos Sudarso 102 – Surakarta 57151


2 komentar:

  1. Terima kasih untuk Mas Nunuw untuk liputannya :)

    Salam untuk mb. Tarlen, dan teman2 lain di komunitas Tobucil.

    Semoga suatu saat saya diajak berkegiatan bareng :)

    salam,
    PaulusPhoek

    BalasHapus
  2. Hehehehee... emang keren Om yang satu ini! Two thumbs up!

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails