1.6.12

Mata-Mata Eyecandie

Siapa bilang handmade tidak memiliki mata, crafter yang satu ini kemudian bercerita bagaimana sesuatu yang atraktif dilihat oleh sang mata merupakan bagian dari dunia handmade. Berasal dari latar belakang yang sama sekali tak bersinggungan dengan dunia handmade, Tina dan Eyecandie-nya justru menganggap bahwa handmade adalah narkotika paling membius sekaligus paling menggoda.
                                               
Halo Eyecandie, sedang merangkai rencana apa, nih, untuk Eyecandie di tahun ini?
Haloo… Eyecandie sekarang masih produksi aksesoris handmade terutama brooch, tapi rencananya mau bikin barang-barang handmade lain kayak tote bag, pouch, dan lain-lain pengennya yang bergaya vintage dan zakka gituuu,, jadi sekarang juga lagi mencari ide-ide liar buat bikin produk-produk yang lebih yahud lagi…


Agak unik, nih, namanya. Kenapa dinamain Eyecandie?
Hmm,, ceritanya niat buat bergelut di dunia per-handmade-an udah ada sejak lama, tapi masih bingung mau namain apa. Dulu juga sebelum jalan bareng Eyecandie sempat jalan bentar sama flanelousca, rencananya dulu bikin barang-barang handmade sama sepupu, eh, kok malah jadinya kayak jalan sendiri. Nah, waktu menemukan nama Eyecandie ini juga enggak sengaja, lagi baca-baca trus nemu kata Eyecandy, langsung suka dan pengen aku jadiin nama brandku. Terus, cari-cari artinya juga bagus, eye candy itu someone or something that is visually attractive or pleasing to look at atau visual images that are pleasing to see but are intellectually undemanding. Sama kayak yang aku mau, aku mau barang-barang buatanku menarik ketika dilihat dan akan selalu menarik untuk dipakai… Nah, eyecandy nya aku modif jadi Eyecandie, ie-nya itu dari kata indie yg mencerminkan kalo aku tuh indie crafter, hehe…


Sejak kapankah Tina memulai Eyecandie dan produk-produknya apakah gerangan?
Dulu, pagi-pagi sebelum berangkat magang kepikiran pengen buat bros buat di pake sendiri, jahit-jahit bentar, Eh, lima menit kemudian udah jadi brosnya, dipakai magang dan dilihat temen-temen, trus dibilang lucu, bagus. Akhirnya temen-temen nyaranin buat jual aja bros-bros handmadenya. Nah, agak lama setelah itu sahabatku main ke kost, mereka minta diajarin bikin bros, hasilnya di foto-foto trus di upload di facebook, besok-besoknya ada yang mau dan dimulailah semuanya sejak saat itu. Produk-produk Eyecandie sekarang masih seputar aksesoris handmade,  kebanyakan sih brooch, tapi ada juga bracelet, ring, headband, dan necklace.


Menurut Tina, Apahal paling penting yang harus dijaga ketika membuat karya handmade?
Menurut aku yang paling penting adalah berkreasilah tanpa batas. Misal enggak punya mesin jahit, kan, bisa tetep buat karya handmade pake jahit manual. Hasil jahit manual walaupun belum rapi tapi bener-bener nunjukin identitas handmadenya. Atau, mau bikin karya A, eh,enggak punya bahan yang sesuai sama keinginan, pake aja bahan yang ada di sekitar. Kadang malah hasilnya lebih bagus dari apa yang kita pikirkan, hihihi…

Hal apa, sih, yang membuat Eyecandie mau bertotalitas ke dunia handmade?
Dunia handmade itu buat aku kayak narkotika yang bikin aku jadi kecanduan buat terus berkarya. Walaupun kadang suka mood-moodan, tapi kalo lagi on fire susah berhentinya dan sukanya lagi kalo lagi semangat-semangatnya ide-ide liar suka muncul dengan sendirinya. Selain itu, dunia handmade mengajarkan aku banyak hal, terutama bagaimana kita menghargai proses bukan cuma hasil. Karena berproses itu adalah hal yang menyenangkan.

Tina, kan,  secara latarbelakang pendidikan formal enggak ada handmade-handmadenya sama sekali. Nah, belajarnya darimana, tuh, sampai akhirnya bisa berkarya-karya ria? Dari dulu aku udah suka berkreasi sendiri, walaupun bukan dalam hal jahit-menjahit, tapi, ya, tetap bikin barang handmade, semisal bikin permainan ular tangga sendiri, waktu itu buat acara open house ekskul SMA. Di kampus aku juga ikut UKM Media Kampus divisi design grafis, suka bikin desain sendiri juga walaupun belum apa-apa. Nah, kalo dunia jahit-menjahit belajarnya ketika main ke kost temen, kebetulan dia lagi bikin-bikin pouch ponsel dari flanel, aku ikutan bikin. Waktu itu pertama kali bikin gantungan kunci bentuk baju yang ada inisial namanya. Sejak itu jadi sering bikin-bikin buat konsumsi pribadi dulu. Belajarnya otodidak dari browsing, ikutan workshop, dan ngeliat karya orang yang di modifikasi sesuai gayaku.


Terakhir, apa harapan terbesar yang dimiliki oleh Eyecandie terhadap dunia handmade lokal?
Harapannya dunia handmade lokal bisa jadi pasar besar di seluruh wilayah Indonesia dan terkenal sampai luar negeri. Dunia handmade lokal enggak cuma ada di dunia maya tapi juga di dunia nyata. Pengennya kayak ada satu tempat khusus semacam sentra handmade lokal di setiap wilayah Indonesia yang isinya barang-barang handmade lokal yang dibuat oleh para crafter di masing-masing wilayah. Jadi, kalau ada wisatawan baik domestik maupun asing pengen cari barang handmade khas wilayah itu tinggal datang aja ke sentra tersebut.

2 komentar:

  1. cuma mau senyum2 aja kalo liat kittie de plusi...

    BalasHapus
  2. yeay..akhirnyaa..
    sudah tayanggg

    makasi tobucil buat postingan dan kesempatannya ^^
    hidup crafter \(^o^)/

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails