18.5.12

Merekam Jejak Kebun Binatang Bandung

Kebun Binatang Bandung dibangun pada tahun 1933 dan merupakan penggabungan dua kebun binatang, yaitu dari Kebun Binatang Cimindi dan Dago Atas yang dirancang oleh Dr. W. Treffers. Penggabungan ini dimaksudkan karena kedua tempat ini sudah tidak layak lagi untuk menyimpan berbagai binatang yang semakin lama semakin banyak.

Harimau yang dikenal dengan nama Harimau Sumatera itu berjalan mengitari kandang tempat tinggalnya dengan penuh keanggunan, matanya tak lepas memandang pelihat di depannya. Tanpa dinyana, tiba-tiba ia mengeluarkan auman khasnya dengan cukup keras. Peristiwa yang cukup mengejutkan itu sempat membuat beberapa manusia yang berada disekitarnya refleks memundurkan diri beberapa langkah. Sebagian lainnya dengan sigap menjepretkan kamera dengan bertubi-tubi, mengabadikan kejadian yang cukup unik tersebut.

Peristiwa yang baru saja berlangsung itu terjadi pada suatu siang di Kebun Binatang Bandung. Kandang sang harimau yang terletak di salah satu sisi kiri kebun binatang ini memang merupakan salah satu tempat favorit yang acapkali didatangi oleh para pengunjung. Hal ini diakui oleh Syuhbana, pawang harimau yang siang itu tengah berjaga-jaga di depan kandang. “wisata menaiki unta dan gajah juga termasuk yang cukup dicari di sini,” ujarnya kemudian menambahkan.

Sebenarnya, tak hanya harimau, gajah, atau unta yang menarik dilihat di tempat ini. Beragam satwa yang dimiliki oleh Kebun Binatang Bandung harus diakui memiliki pesonanya masing-masing. Tak kurang dari 1000 ekor satwa kini telah menjadi penghuni tetap Kebun Binatang Bandung. Bahkan kini satwa yang dimiliki oleh surga binatang ini telah bertambah sebanyak 14 ekor hewan lahir baru. Penghuni teranyar itu adalah seekor singa, seekor rusa sambar, seekor rusa nilgai (rusa yang berasal dari India), seekor rusa timor, 2 ekor unta, 4 ekor kambing benggala, dan 4 ekor lutung. Tak cukup hanya sebatas menambah koleksi yang dimilikinya, Kebun Binatang Bandung pun tengah memfokuskan diri pada perbaikan dan perluasan kandang sehingga tempat tinggal para satwa yang dimilikinya akan lebih bernuansa hewani serta mirip dengan habitat asli mereka. 



Satu hal yang pasti, melihat satwa-satwa dari jarak yang sangat dekat adalah sebuah bentuk petualangan penuh sensasi mendebarkan. Ada sebentuk rasa betah nan menyenangkan yang selalu muncul ketika menyambanginya. Bayangkan saja, ketika baru memasuki Kebun Binatang Bandung kita akan langsung disambut dengan kicau-kicau burung yang saling sahut menyahut. Ragam satwa lainnya kemudian akan pula menemani perjalanan kita, mulai dari tapir, badak jawa yang sudah hampir punah, kera, pelican, buaya, ular, dan puluhan jenis hewan lainnya dari berbagai ordo dan keluarga. Sapa para binatang itu terdengar begitu akrab. Suara-suara yang dikeluarkan dari mulut-mulut mungil mereka seakan mengajak kita untuk bercakap-cakap, satu hal yang tak pernah kita temui ketika kita hanya melihatnya dari majalah atau layar televisi. Berbagai jenis ikan ternyata terdapat pula di tempat ini. Sebuah museum yang dinamai Museum Aquarium dan Binatang Langka menjadi tempat yang cukup mengasyikkan untuk dikunjungi bagi para pecinta satwa air.

Seakan senada dengan itu, Ani Mulyani, seorang ibu yang siang itu mengunjungi Kebun Binatang Bandung dengan putra semata wayangnya bahkan mengatakan bahwa setiap bulan anaknya selalu meminta untuk ditemani ke kebun binatang ini. “saya sih senang-senang saja,” jelas Ibu Ani di sela-sela obrolan, ”lagipula, mengunjungi kebun binatang ini dapat menambah rasa cinta kita kepada hewan-hewan, buktinya anak saya, ia sekarang terlihat lebih menyayangi satwa. Bahkan kemarin ini ia minta dibelikan kucing dan kura-kura untuk dipelihara di rumah.”

Tak bisa dipungkiri, salah satu cara untuk menanamkan rasa cinta terhadap satwa adalah dengan melihatnya langsung dalam jarak yang nyaris tak berjarak, melihat polah dan tingkah mereka di dalam replika habitatnya. Dengan demikian kita akan dapat pula merasakan pula bagaimana mereka menyampaikan aura persahabatan dengan penuh kehangatan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails