4.5.12

Ketika Morty World Jatuh Hati


Kali ini, Tobucilhandmade kembali mengetengahkan duo maut. Morty World adalah Uthe dan Nanda, sepasang kakak beradik yang dengan riang gembira dan penuh keceriaan menekuni dunia handmade bersama-sama. Bermula dari mencoba, kini keduanya ketagihan dalam tingkat yang akut untuk terus berkarya dan berkarya sampai akhirnya jatuh hati dengan dunia jahit menjahit.

Halo Morty World.. lagi sibuk apa, nih, sekarang, hehe…
Halo jugaaa… Saat ini kita baru bikin pesanan-pesanan yang udah masuk. Terus coba-coba bikin produk dari kain katun, sambil belajar jahit pake mesin jahit. Biar karyanya lebih beragam, enggak monoton dari kain felt terus.      

Oh, ya. Apa aja, sih, karya yang dibuat oleh Morty World?
Kita pernah buat gift box, bikin paper quilling juga. Malah dulu sebelum melebarkan sayap ke felt craft, udah serius usaha gift box dulu. Bikin untuk kotak hantaran, kotak buat souvenir nikah, dan lain-lain. Tapi setelah kenal sama kain felt, langsung jatuh hati sama jahit menjahit.



Kalau aku lihat, karya yang dibuat oleh Morty World, kan, sangat beragam, ya. Gimana cara Morty World mendapatkan ide ketika hendak berkarya?
Kita selalu buat produk sesuai kebutuhanku aja. Kalau baru butuh kantung HP, aku baru bikin sendiri. Buatnya ga cuma satu design, bisa dua sampai tiga macem bahkan lebih. Jadi sekalian buat pelengkap katalogku. Atau idenya kebanyakan justru dari permintaan konsumen, kadang-kadang mereka suka minta yang ‘aneh-aneh’... hehe...

Morty World sendiri sejak kapan mulai berkarya, apa yang membuat Morty World mau terjun ke ranah craft?
Kita mulai bikin-bikin sekitar tahun 2009. Kenapa kita mau masuk ke ranah craft, karena rasa cinta dan kepuasan tersendiri ketika menyelesaikan suatu karya. Itu hanya salah satu dari sekian banyak alasanku untuk jadi crafter. Kita bisa senyum-senyum sendiri kalau baru nyelesaiin produk baru. Dan itu bikin nagih. Selesai bikin satu, pengen bikin lebih banyak lagi.

Sebagai pecinta handamade, gimana Morty World melihat kondisi handmade lokal saat ini?
Sekarang jauh lebih banyak yang mau ‘mengabdikan’ diri buat bikin produk handmade, dan itu membuat produk handmade lokal semakin beragam. Tetapi di tempat kami, masih banyak yang meremehkan produk handmade. Mereka lebih percaya dengan produk hasil pabrik, baik dari segi harga maupun keragaman produk.

Apa, sih, insipirasi dan kekuatan terbesar yang dimiliki Morty World sehingga masih terusss bersemangat menggeluti dunia handmade?
Selama ini yang jadi kekuatan kita hanya kecintaan dengan dunia handmade. Karena pada dasarnya, ini hobi kita, dan kita percaya sesuatu yang didasari rasa cinta itu akan tetap membuat kita bersemangat. Inspirasi bisa datang dari mana saja, kalau baru mati ide, coba-coba blogwalking, itu ampuh banget buat bangunin mood kita lagi.

Banyak crafter yang bersemangat di awal namun kemudian kehilangan semangat di tengah jalan. Menurut Morty World, apa, sih, hal paling mendasar yang harus dimiliki dan dilakukan oleh para crafter agar intensitas dan semangatnya terus terjaga? 
Rajin-rajin untuk belajar hal yang baru. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah kita buat. Ikut komunitas juga berpengaruh banyak lho buat mempertahankan semangat kita. Lihat karya crafter lainnya, yang semakin beragam. Kadang kita minder kalau lihat produk yang mereka buat, tapi itu justru jadi penyemangat kita untuk lebih banyak belajar lagi, dan lebih baik dari yang sekarang. 





2 komentar:

  1. yaay sudah tayang ya
    makasih yaaa mas nunuw :D

    BalasHapus
  2. senangnya bisa mengetahui perkembangan produk handmade Indonesia di sini :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails