11.5.12

Crafty Days : Merayakan Perayaan

Tak kurang dari 15 stand berdiri. Pernak-pernik super menarik nan menakjubkan itu terhampar dengan gilang-gemilang dan begitu penuh laksana hamparan pasir di taman bermain masa kanak-kanak. Pekarangan Tobucil yang biasanya dipenuhi kendaraan yang terparkir dan tak terlalu luas itu lalu seolah menyempit dengan keramaian khas ala Crafty Days yang saban Mei di tiap tahunnya selalu menjadi rutinitas.

Satu hal yang pasti, lagi-lagi hujan menerpa Crafty Days yang telah memasuki tahun ke-6. Meski di hari pertama sempat terselamatkan dari air-air langit yang menurut gosip-gosip urung tercurahkan karena bersamaan dengan adanya pertandingan bola di lapangan Siliwangi yang memang bersebelahan dengan Tobucil. “Pawang hujannya oke punya,” bisik seorang teman menerka-nerka. Namun, Persib, tim bola yang bermain hari itu, bukanlah Suju yang bisa menggelar pertunjukannya secara nonstop. Tak ada lagi pertandingan di keesokan harinya. Air-air langit tersebut akhirnya menurunkan tuahnya di hari berikutnya. Seperti biasa, hectic pun merebak. Keriuhan melanda, meski tak sampai terjadi huru-hara. 


Hujan memang tak pernah bisa menghentikan Crafty Days. Meski berbasah-basahan, meski pengunjung sempat mereda seiring derasnya sang hujan, puluhan senyum tak lepas merekah. Saya yang datang beberapa detik sebelum hujan mengguyur lalu memerhatikan dengan seksama. Crafty days adalah bazar? Ya. Namun yang lebih tepat lagi, Crafty Days adalah perayaan. Semua orang merayakan sesuatu hari itu, Para crafter, pengunjung, sampai Si Ting-Ting, kucing liar yang kerap berkeliaran di Tobucil pun merayakan sesuatu dengan menikmati makanan-makanan sisa yang terserak di salah satu sudut Tobucil. Dan hujan adalah bagian dari perayaan tersebut, sesuatu yang sulit dipungkiri.


Lalu, apa itu perayaan? Bagi saya, perayaan adalah sesuatu yang kita nikmati dengan penuh sungguh-sungguh. Ketupat lebaran adalah perayaan, menikmati sudut kota dengan kekasih pujaan adalah perayaan, pun demikian halnya dengan Crafty Days. Apa yang dirayakan dan siapa yang merayakan bukanlah hal yang terlalu sulit untuk ditebak. Baik Crafty Days maupun manusia-manusia yang berada di dalamnya adalah bagian dari perayaan dan merayakan. 


Riuh rendah para pelakon di dalamnya kemudian mengandung dua makna perayaan yang secara kasat mata terlihat jelas. Merayakan Crafty Days sekaligus pula merayakan diri sendiri. Merayakan keberadaannya sebagai sebuah bagian dari perayaan tersebut. Mungkin terlalu berlebihan, namun Crafty Days pada akhirnya memang menjelma menjadi sebuah hari raya. Hari raya yang satu ini tak perlu baju baru atau bingkisan-bingkisan hadiah. Ia hanya perlu kamu, saya, kita, dan sedikit hujan sebagai bagian dari ritual sang hari raya. Selamat berhari raya kawan-kawan. Mungkin di tahun depan kita masih akan menjumpai hari raya yang sama. Ah, pasti. Pasti di tahun depan kita akan menjumpai hari raya yang sama. Meriuh dalam keramaian paling mengagumkan.

1 komentar:

  1. OMG!! Udah crafty days 6 lagi?!?!?! lagi-lagi ketinggalan. T_T I really have to come next year!!

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails