26.4.12

Mengingat Kembali Kautamaan Istri

Hari Kartini baru saja berlalu. Peringatan saban tahun yang kadung dikenal dengan jargon emansipasi wanita tersebut seolah hanya menggaungkan sebuah nama namun terkadang melupakan esensi dari apa yang terjadi dan melatar belakangi gerakan kaum perempuan di Indonesia. Bermula dari diskriminasi pendidikan yang dialaminya, Kartini kemudian menjelma menjadi sosok heroik yang dianggap sangat mewakili perjuangan hak-hak kaum perempuan. Jika di Jepara muncul Kartini, maka di tatar Sunda dikenal nama Dewi Sartika, seorang pahlawan pendidikan perempuan yang pernah dimiliki Indonesia. Melalui pemikirannyalah kemudian di Bandung didirikan sebuah sekolah yang sampai saat ini masih berdiri dan tanpa kenal lelah menjadi tempat puluhan siswa menuntut ilmu.

Foto diambil dari http://id.wikipedia.org
Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember tahun 1866 di tengah keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Meski melanggar adat saat itu, orang tuanya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika. Sejak kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan. Masa kecilya dihabiskan di Cicalengka. Dahulu, sambil bermain di belakang gedung kepatihan, beliau sering memperagakan praktik di sekolah dan mengajari baca tulis. Aktivitasnya ini kemudian sempat menggemparkan karena seorang perempuan kecil telah membuat banyak rakyat jelata yang pada masa itu umumnya tak bisa baca tulis, memiliki kemampuan baca tulis, apalagi yang mengajarkannya ternyata seorang perempuan cilik.

 
Ketika menginjak usia remaja, ia pun tinggal di Bandung bersama Ibunya. Kondisi perempuan Indonesia yang mengenaskan sepertinya telah menggerakkan Dewi Sartika yang masih belia. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya. pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia Belanda. Sepuluh tahun setelah berdiri, nama sekolah ini pun berganti menjadi sekolah Kautamaan Istri. Usaha yang dilakukannya ini ternyata menggerakkan para perempuan-perempuan lainnya yang bercita-cita sama sehingga bermunculanlah sekolah-sekolah istri di berbagai daerah di tanah Pasundan. Bahkan, saking kuatnya pengaruh Dewi Sartika, pada tahun 1920, seluruh kabupaten di tatar Pasundan didirikan sekolah Kautamaan Istri. Tak hanya itu saja, kisah perjuangan dan semangatnya pun sampai ke Bukittinggi sehingga di sana pun didirikan sekolah Kautamaan Istri oleh Encik Rama Saleh. 

Dewi Sartika adalah sosok luar biasa yang masih memberikan nilai-nilai perjuangannya sampai sekarang. Saat ini, sekolah tersebut masih berdiri dan aktif digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Setelah Dewi Sartika wafat pada 11 September 1947, para alumni sekolah Kautamaan Istri mendirikan Yayasan Dewi Sartika pada 17 April 1955. Yayasan Dewi Sartika ini menaungi TK, SD, dan SMP Dewi Sartika yang kini masih berada di Jalan Kautamaan Istri dengan luas lahan 1428 meter persegi. Terletak di jalan Keutamaan Istri, sekolah tersebut masih kokoh berdiri, bahkan semenjak 1978, ia tak hanya mengajar kaum perempuan, kaum laki-laki pun diperbolehkan pula untuk menuntut ilmu di sana. Banyak orang kemudian menyebut tempat tersebut sebagai situs Dewi Sartika atau museum Dewi Sartika. Hal tersebut memang wajar dan tidak berlebihan. Meski tak ada apapun barang peninggalan Dewi Sartika di sana, namun nafas semangat pendidikan itu masih terasa dengan demikian kuat, setidaknya di salah satu sudut kota Bandung yang kian penuh sesak ini.
(Nugraha Sugiarta)

2 komentar:

  1. hebat kalo sekolah dewi sartika masih berdiri kokoh sampai sekarang. sayangnya sekolah yg didirikan kartini di rembang sekarang jadi sma tujuan terakhir kalau sudah nggak diterima di sma lain di rembang :'(

    BalasHapus
  2. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    kekurangan kita bukanlah sesuatu yang buruk .,..
    jadikanlah kekurangan kita sebagai kelebihan kita.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails