20.4.12

Kartu Cantik Kupunya Handmade

Setelah ke-hectic-an melanda sang laptop yang diserbu ratusan virus-virus super ganas, akhirnya tuntas pula percakapan dengan Dini penggagas Kupunya Handmade (upss.. jadi curcol, hehe). Melihat keahliannya, tak salah jika Tobucilhandmade mendapuk Dini sebagai ahli kartu. Eits.. jangan salah mengartikan si doi sebagai cenayang atau pembaca kartu tarot. Kupunya Handmade adalah pembuat berbagai pernak-pernik cantik dan berfokus dalam pembuatan wedding card. Ada yang mau menikah? Nah, mari bertegur sapa dengan Kupunya Handmade!


Kupunya Handmade apa aja, sih, yang dibikin?
Awalnya sih bikin wedding card, tapi kesini-kesini ada permintaan macem-macem, kayak misalnya birthday souvenir, pouch, bantal. Ya… sekalian mengasah kemampuan di bidang lain selain wedding card.

 
Asikk udah kayak piso diasah hihi... Ow, jadi bikin berjenis-jenis itu awalnya by request.. Oh, ya. Dulu kpikiran bikin wedding card emang gimana?
Dulu kan kerja di kantor. Kalau pas ga ada kerjaan suka browsing. Kayaknya bosen gitu di kantor. Pulang kantor cape tidur. Di rumah kalau weekend cuma gitu-gitu doang. Palingan jalan-jalan. Terus cari-cari pengen punya usaha, lihat-lihat kartu kreasi quilling di internet lucu-lucu. Muncul ide kayaknya kalau dibuat undangan keren, nih, belum ada..

Emang awalnya itu ada yg mesen? atau iseng pas bikin kartu-kartu itu?
Enggak… Dulu pas awal itu temen deketku mau nikah, trus aku tawarin, langsung aku todong aja, hehehe... Mau enggak undangannya aku bikinin? Harus mau... undangan handmade, sekalian jadi pilot project aku, hahaha… Nah kebetulan dia mau, dan welcome sekali... Ya sudah, dibikinlah 350 undangan handmade.


Oh, ya. Kamu bisa bikin karya begitu emang belajarnya darimanakah? Susah enggak tuh?
Otodidak Aja. Ketika memulai yang sulit ya memulainya itu... kalau udah dimulai dan suka, enggak akan ada kesulitan. Sulit itu jadi menyenangkan. Nah, ketika menjalaninya untuk jadi bisnis perlu komitmen dan kesabaran. Komitmen untuk terus maju dan kesabaran untuk sukses,

Btw, strategi pemasaran seperti apa yang dijalankan oleh Dini biar karyanya bisa terus eksis?
Sebenarnya belum ada strategi khusus, sih, cuma punya blog, flickr, sama FB. Semua serba online, blm pnya toko offline. Kalau mau ada yg lihat-lihat ya lihat di rumah koleksinya. Ini lg bikin website juga, terus mau ngajak beberapa temen-temen craft joinan sama aku.

Kalau Dini sendiri melihat antusiasme masyarakat terhadap handmade seperti apa, sih?
Kalau handmade secara umum orang itu suka karena produk handmade itu customize. Bikinnya langsung pake tangan, hahaha..  namanya aja handmade yah… Walaupun mereka bilang mahal, tapi karya handmade itu kalau udah nemu orang yg menghargai karya buatan tangan tersebut enggak akan bilang mahal…

Kamu, kan, fokusnya ke wedding card itu, dari desain ampe produksinya bikin sendirikah?
Iya semua sndiri, tapi ide kadang suka browsing-browsing dari internet dimodif sndiri gitu. Kalau urusan naik cetak aku joinan sama teman, terus sama desain draft tulisannya gitu ada temanku yang ngerjain. Aku finishing-nya yang ngerjain handmade-nya, dibantu beberapa tetangga sama orangtuaku.


Waw… program padat karya, yah?
Iya, manfaatkan orang-orang di sekeliling, makin banyak yang bantuin makin banyak yang doain aku sukses. Semoga ada pesanan terus kata mereka..amiiiiin…




Aminnnnnn, hihihi… Nah, kalau dini sendiri melihat peluang handmade di masa depan kayak gimana?
Kayaknya semakin maju jaman orang akan makin menghargai produk handmade deh menurut aku, karena orang yg pake produk handmade itu lebih bangga, lebih apa ya kalau dibilang... lebih puas kali, ya… karena itu tadi, buatan handmade itu lebih customize. Orang lebih puas dengan buatan handmade dibanding buatan mesin.



Kalau Dini dan Kupunya Handmade sendiri apa, sih, target yang ingin diraihnya?
Pengen punya galeri “Kupunya Rumah Handmade”. Maunya, sih, fokus aja di pernak pernik pernikahan, di dalamnya ada galeri wedding card, souvenir wedding dari teman-teman crafter, ada wedding gift, terus disitu ada workshop-nya juga, tempat produksi juga. Terus karena global warming smakin merajalela, targetnya sih entar undangan udah enggak pake kertas lg, maunya bikin undangan yg useable, bisa dipakai lagi, dari bahan kain misalnya. Dan tentunya pengen juga omsetnya naik… Terus pengen juga banyak memberdayakan tetangga-tetangga sekitar, ibu-ibu yang penghasilannya kurang, diberdayakan di workshop aku, makin banyak makin bagus.
p: 0856 9124 3669
pin: 27505afc

(Nugraha Sugiarta)

3 komentar:

  1. wah mba dini...keren euy... salut-salut...
    memeang pekerjaan kantoran itu membosankan. :(
    sama pengen cari usaha.. tapi saya belum nemu hihi.......

    BalasHapus
  2. yey!! Mba Dini ada di tobucil... Sukses trus ya mba.. :)

    BalasHapus
  3. waaaw ada di tobucil ..mba diiin :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails