Follow by Email

Jumat, 06 April 2012

Berlokalitas Bersama Berries

Lupakan sejenak tentang nasionalisme atau jargon-jargon sejenis itu yang kerap hanya melambung tinggi dalam kata-kata manis. Ini kali, Tobucilhandmade, berkenalan dengan Berries, penggiat handmade yang gemar dengan dunia perbatikan. Percakapan sederhana itu kemudian dimulai, percakapan dengan Indonesia di dalamnya. Tentang bagaimana ide-ide segar itu bias lahir dari bumi nusantara, enggak pake ribet, just act. Mari intip Berries dengan batik-batiknya, yuk…

Ahiwwww.. liat blognya baru di interview TV, nih… hehehe… Ceritain dong…
Iya kemaren itu di-interview sama Topik Siang ANTV. Mereka hubungin aku mau liputan Berries terutama tas dan pouchnya. Ya udah, mereka tanya seputar latar belakang, omzet, variasi produk, cara bikinnya, dan gimana jualnya.


Waw, hehe.. Oh, ya, Berries, kan, produk yang ditawarkannya berhubungan dengan batik-batikan. Apa, nih latar belakangnya?
Sebenernya selain batik-batikan ada kanvas-kanvasan juga, lhoo, hehe. Latar belakang batik-batikan selain untuk ngeliatin bahwa batik itu budaya kita banget, juga setelah akhir-akhir ini batik sering diangkat, kan, pengrajin kain batik jadi giat banget bikin kain batik yg lucu-lucu dan bagus. Nah gemes, deh. Pengen jadiin tuh kain-kain jadi sesuatu yg bisa kita pake daily, hehe... Jadilah beberapa produk berries dari kain batik, supaya batik dekat dengan pengguna produk berries selaluuuu…


Hmm… Apa tantangan terbesar yang ada ketika Berries memutuskan untuk mengangkat lokalitas dalam karya-karyanya?
Kalau lokalitas tentang batik-batikan, kayaknya gak ada ya. Artinya bahan atau kain batik melimpah di hampir seluruh Indonesia, dari Cirebon, Jogja, Solo, Garut, Tasik, dannnn lain-lain... Alhamdulillah gampang nemunya, macemmacem lagi, hehe… Palingan, kalau udah batik-batikan gini tantangannya adalah gimana konsumen gak bosen ngeliat batik.

Kalau ngomongin batik-batikan, tuh, kan  sekarang lagi agak-agak hip. Gimana kamu memunculkan ciri utama dari Berries di tengah ke-hip-an yang lagi gonjang-ganjing itu…?
Pemakaian batik dalam produk Berries hampir selalu menggunakan kain katun, katun jepang ataupun katun biasa, untuk padu padannya. Jadi, dalam 1 produk, orang tidak melulu melihat batik di dalam produk itu. Tetapi mata juga dimanjakan oleh padu padan batik dengan katun tersebut. Selain memakai katun Jepang, Berries juga memadupadankan batik dengan kanvas. Jadi mungkin itu ya, salah satu ciri utama Berries.  Dan untuk pakaian pun, Berries gunakan padu padan juga, walaupun jarang dengan katun. Biasanya dengan batik juga.

Oh, ya. Apa aja, nih, produk yang dibuat oleh Berries?
Awalnya produk berries adalah cosmetic bag, mulai dari daily sampe yang buat travelling ada, kemudian berkembang ke tempat ponsel, tas besar, clutch, ransel anak, mini sling bag, BB pouch, brush roll, dan dalam rangka melestarikan lingkungan, Berries juga memanfaatkan sisa kain jadi barang-barang seperti bross yoyo, gelang yoyo, jepit yoyo, kalung, yang kebanyakan dari kain sisa batik. Hampir setahun belakangan ini, produk Berries merambah ke pakaian batik, khusus wanita.

Gimana, nih, antusias publik terhadap produk Berries? Apa yang dilakukan Berries untuk menjaga antusias itu?
Sejauh ini alhamdulillah antusias publik terhadap produk berries sangat bagus. Menjaga kualitas produk adalah salah satu langkah yg berries untuk menjaga antusiasme itu.

Apa gerangan hal yang paling diidam-idamkan oleh Berries?
Yang diidam-idamkan berries gak muluk2, bisa menjaga kontinyuitas produksi, kualitas dan kuantitas, dan bisa membuka gerai di mana-mana, hehe, amin. Untuk sekarang, selain online, produk Berries bisa dijumpai di alun-alun Indonesia, cabang Grand Indonesia, dan Bandara Soekarno-Hatta. Nah, sekarang lagi mimpi Berries bisa ditemukan di banyak gerai lain lagi, hihihi
twitter: @evilistiani

Google Twitter FaceBook

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails