Follow by Email

Kamis, 26 April 2012

Berkunjung ke Desa Boneka

Saya senang berimajinasi ketika mendengar kata boneka. Mengembara ke dunia Pinokio, berkhayal mengenai jalanan macet yang dipenuhi Komodo bernama Komo, sampai merindukan sebuah desa di mana terdapat Unyil dan kawan-kawan di dalamnya yang kini sedang berkisruh ria dikarenakan permasalahan hak cipta. Nah, ngomong-ngomong masalah desa, tersebutlah sebuah desa bernama Desa Boneka di mana di dalamnya terdapat boneka-boneka super unyu yang dibuat dengan penuh kasih sayang nan penuh (eaaaaaaa… eaaaaa…) hehehe…  

Dari namanya udah keliatan jelas, nih, apa yang dibuat oleh Cindy. Nah, sebenarnya, boneka-boneka seperti apa, sih, yang dibuat oleh Cindy? Apa konsepnya?  
Desa boneka adalah tempat tinggal boneka-boneka yang penuh warna dan menyebarkan kebahagiaan, hahaha.. Sebenernya sih konsepnya apa saja yang berhubungan dengan rajutan. Untuk ke depannya pengennya produk Desa boneka enggak terbatas hanya boneka saja, bisa dompet, handphone case, dan lain sebagainya, yang penting based-nya adalah rajutan.


Teknik apa, nih, yang dipakai oleh Cindy dalam membuat boneka? Jelasin duongsss…
tekniknya namanya crochet, merajut dengan 1 jarum lalu dikombinasikan dengan bahan-bahan flanel, beads, button, dan lain lain.

Gimana awalnya Cindy kok bisa terjun ke dunia handmade dan membuat boneka-boneka unyu ini?
Aku memang suka bikin-bikin kerajinan tangan dari dulu, hehehe. Kata mami aku, dulu waktu masih TK aku udah rapi banget gunting kertas. Awal-awalnya aku kenal crochet itu gara-gara liat di internet, iseng-iseng belajar dari tutorial yang ada di internet. Coba-coba bikin, terus kecemplung deh sampe sekarang.


Apa yang membuat Cindy masih terus bersemangat mengarungi lautan handmade sampai detik ini, ahiwww bahasanya lautan, enggak nahan, hihihi…
Pada dasarnya sebenernya, kan, ini hobi aku. Jadi ya semangat donggg kalau mengerjakan sesuatu yang sesuai sama hobi kita. Apalagi kalau dari hobi itu bisa menghasilkan uang, rasanya puas banget kalau habis bikin “makhluk” baru, hahaha… Nah kalau nantinya produk itu laku dan banyak yang suka, itu jadi nilai plusnya. Dan juga sekarang sudah makin banyak orang yang menghargai produk handmade. Jadi makin semangat dehhh!

Pertanyaan iseng-iseng, kenapa kok dinamain Desa Boneka? Kenapa enggak… mmm… Kota Boneka atau Kabupaten Boneka gitu, hehehe…
enggak ada alasan khusus sih sebenernya, hehe… Waktu itu aku nyari nama yang merakyat dan gampang diinget, yang pasti, namanya sengaja dalam bahasa indonesia, supaya kalau nanti Desa Boneka sampai terkenal ke luar negeri, aminnnn, orang-orang langsung tahu kalau Desa Boneka itu karya anak Indonesia…

Pembuat boneka itu, kan, banyak.. apa yang membuat Cindy yakin bahwa Desa Boneka akan bisa eksis dengan asoy geboy? Apa sebenarnya keistimewaan dari Desa Boneka?
Eksis dengan asoy geboyyyy, hahaha….Keistimewaan dari desa boneka apa ya... Kalau aku yang jawab, jadinya subjektif dong, hihi… Aku pernah survei kecil-kecilan ke pembeli Desa Boneka, rata-rata sih mereka tertarik karena ke-unyu-an nya ya, hehehe… Tapi ada kata-kata teman aku yang paling aku ingat sampai sekarang: the little details you add to every doll is what makes them special.


“Desa Boneka” seperti apa, sih, yang dipengenin dan dimimpikan oleh Cindy?
Aku pengen ada toko “desa boneka'” beneran yang penuh dengan boneka-boneka buntel-buntel kecil imut-imut, hahaha... Pengen memperbesar produksi juga, sekarang ini, kan, hanya aku seorang yg ngerajut sampe keriting, hehe… Biar Desa Boneka bisa jadi lahan pekerjaan juga untuk orang lain...


Google Twitter FaceBook

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails